Cobisnis.com – Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan negara tersebut kehilangan 277.000 pekerjaan di bulan Desember akibat banyak perusahaan memutus hubungan kerja atau memutus kontrak dengan karyawan.
Keputusan itu diambil banyak perusahaan karena ingin menghindari pembayaran bonus akhir tahun dan tunjangan yang dirasakan sangat berat di tengah pandemi virus Corona.
Presiden Lopez Obrador mengaitkan ucapannya dengan langkah-langkah yang diambil subkontraktor atau pihak ketiga yang sengaja memutus kontrak karyawan sehingga menghilangkannya dari pembukuan untuk menghindari pengeluaran lebih banyak.
“Perusahaan outsourcing memecat banyak pekerja yang terdaftar di Institut Jaminan Sosial Meksiko (IMSS) sehingga mereka tidak perlu membayar tunjangan atau memberi mereka bonus, dan karena alasan itu kami kehilangan 277.000 pekerjaan di bulan Desember,” Kata Lopez Obrador dalam video yang dipublikasikan ke Twitter Sabtu (2 Januari 2021).
Lopez Obrador sangat mendukung RUU yang akan melarang perusahaan men-subkontrakkan pekerjaan ke perusahaan pihak ketiga. Saat ini sektor outsourcing Meksiko mempekerjakan sekitar 4,6 juta pekerja di seluruh negara tersebut, kecuali dalam kasus khusus di mana pekerja dibutuhkan untuk layanan tertentu di luar bisnis utama perusahaan.
Debat sengit di parlemen Meksiko terus berlangsung terkait undang-undang tersebut, dan diperkirakan akan berlangsung puncaknya pada bulan Februari, setelah Kongres berkumpul kembali dari masa reses musim dingin.














