JAKARTA, Cobisnis.com – PT Sun Life Financial Indonesia memperkuat bisnis perlindungan berbasis syariah melalui pemisahan unit usaha syariah. Langkah ini menjadikan PT Sun Life Financial Syariah Indonesia atau Sunlife Syariah sebagai entitas mandiri.
Sunlife Syariah resmi diperkenalkan dalam ajang HijrahFest LinkUp 2026 di Jakarta pada 1 November 2026. Perusahaan mengusung semangat “Ikhtiar Anda, Kami Jaga dengan Amanah” untuk mendekatkan perlindungan syariah kepada keluarga Indonesia.
Kehadiran entitas mandiri ini diharapkan membuat Sunlife Syariah lebih fokus mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perusahaan juga ingin ikut mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Sunlife Syariah didukung kemitraan dengan tiga bank syariah, yakni Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional. Jaringan tersebut diperkuat kanal agensi untuk memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan syariah.
Dari sisi permodalan, Sunlife Syariah memiliki rasio solvabilitas atau RBC sebesar 301 persen. Angka tersebut berada di atas ketentuan minimum sebesar 120 persen.
Potensi industri asuransi syariah di Indonesia juga masih terbuka lebar. Penerimaan kontribusi industri mencapai Rp11,72 triliun pada semester I 2026, sementara aset tumbuh 7,09 persen secara tahunan menjadi Rp50,90 triliun per Juni 2026.
Namun, tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih memiliki ruang untuk berkembang. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen dan inklusi sebesar 13,24 persen.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan spin-off memungkinkan perusahaan lebih fokus mengembangkan solusi perlindungan yang relevan bagi masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan industri asuransi syariah.
“Kami ingin mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan syariah dan memperluas aksesnya, agar lebih banyak keluarga tidak hanya memahami, tetapi juga benar-benar terlindungi,” kata Albertus.
Sunlife Syariah mengembangkan berbagai solusi, mulai dari perlindungan jiwa dan kesehatan, pendidikan, persiapan haji, perencanaan warisan, hingga dana hari tua. Perusahaan saat ini didukung 487 tenaga pemasar syariah tersertifikasi dan 14 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah.
Presiden Direktur Sunlife Syariah Agung Prambudi mengatakan perusahaan menjadikan Amanah sebagai prinsip dalam menjalankan perlindungan. Nilai tersebut diterapkan melalui prinsip operasional BAIT, yaitu Berkah, Amanah, Ikhtiar, dan Tawakal.
Selain melindungi peserta, asuransi syariah juga mengusung prinsip ta’awun atau saling tolong-menolong. Sebagian kontribusi peserta dialokasikan ke dana tabarru sesuai akad dan ketentuan syariah untuk membantu peserta lain yang menghadapi risiko yang dijamin.
Peluncuran Sunlife Syariah juga bertepatan dengan pembaruan identitas merek Sunlife secara global. Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang menggunakan identitas baru tersebut dengan semangat “Making Life Brighter”.













