JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan imigrasi atas kerusuhan yang melanda Prancis setelah demonstrasi pada Sabtu (17/10/2026). Ia mendesak pemerintah Prancis memperketat kebijakan migrasi dan mengendalikan perbatasan negara tersebut.
“Prancis terbakar! Imigrasi orang-orang dari dunia yang sama sekali berbeda, orang-orang yang menyimpan kebencian di hati mereka, telah menghancurkan negara yang dahulu hebat itu,” kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, seperti dilansir AFP, dikutip Senen (19/10/2026).
“Tutup perbatasan kalian dan ambil kendali sebelum semuanya terlambat!” lanjutnya.
Prancis masih menghadapi dampak kerusakan setelah demonstrasi sehari sebelumnya berujung ricuh. Insiden tersebut mengakibatkan sebuah balai kota bersejarah terbakar dan sekitar 1.800 orang ditangkap.
Kerusuhan ini turut meningkatkan tekanan terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang masa kepemimpinannya menghadapi tantangan menjelang pemilihan presiden untuk menentukan penggantinya dalam enam bulan mendatang.
Pernyataan Trump muncul sehari setelah Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan kritik serupa terhadap kebijakan imigrasi di Prancis.
“Kaum liberal Barat mengimpor dunia ketiga ke Prancis dan negara-negara lain atas nama keberagaman dan kasih sayang. Mereka mengabaikan pertanyaan mendasar tentang asimilasi dan kompatibilitas. Mereka telah diperingatkan bahwa hal ini akan berujung seperti sekarang, tetapi mereka tidak mendengarkan,” tulis Vance di platform X.
“Saya berdoa agar Prancis, negara yang indah dengan masyarakat yang luar biasa, menghentikan kegilaan ini sebelum lebih banyak bangunan bersejarahnya terbakar,” tambahnya.
Vance, yang dinilai berpotensi menjadi salah satu kandidat dalam pemilihan presiden AS 2028, turut menghubungkan situasi tersebut dengan pemilihan sela Kongres AS pada 3 November 2026. Partai Republik diperkirakan menghadapi peluang sulit untuk meraih hasil positif dalam pemilihan tersebut.













