JAKARTA, Cobisnis.com – Melihat orang lain lebih sukses secara finansial kerap memicu keinginan untuk mencapai hal serupa. Namun, membandingkan pencapaian diri dengan orang lain justru bisa menjadi tekanan jika tidak disikapi dengan bijak.
Hani Kusumowardhani membahas hal tersebut dalam podcast Makna Talks bertajuk Pod. 338 Hani Kusumowardhani TALKS ABOUT MONEY WHEN WE DON’T HAVE MONEY. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kondisi dan tingkat pencapaian yang berbeda.
Dalam perbincangan tersebut, Hani menyoroti kebiasaan menjadikan pencapaian orang lain sebagai standar bagi diri sendiri. Menurutnya, melihat keberhasilan orang lain tidak berarti seseorang harus mencapai tingkat yang sama.
“Jangan bandingin kalau dia bisa, aku berarti harus ke sana. You don’t have to be at that level,” ujar Hani, dikutip dari kanal YouTube Makna Talks, Rabu (14/10/2026).
Pernyataan itu relevan dengan kebiasaan membandingkan kehidupan melalui media sosial. Pencapaian yang terlihat di layar dapat memicu keinginan untuk memiliki gaya hidup atau kondisi finansial serupa, meski situasi setiap orang berbeda.
Hani menjelaskan bahwa membandingkan diri dengan orang lain tidak selalu berdampak buruk. Ia pernah merasa sedih ketika membandingkan dirinya dengan sepupu yang bisa pergi ke luar negeri, tetapi pengalaman tersebut kemudian menjadi dorongan untuk berusaha mencapai hal serupa.
Menurut Hani, hal terpenting adalah mengambil sisi positif dari pencapaian orang lain tanpa menjadikannya alasan untuk terus merasa tertinggal. Inspirasi seharusnya membantu seseorang berkembang, bukan memaksanya mengikuti standar hidup orang lain.
Ia juga menekankan bahwa setiap orang memiliki peluang dan kondisi masing-masing. Karena itu, fokus pada kemampuan serta kesempatan yang tersedia bisa menjadi langkah yang lebih realistis dibandingkan terus mengejar pencapaian orang lain.
Pembahasan ini juga berkaitan dengan cara memandang kesuksesan. Dalam podcast tersebut, Hani menyinggung bahwa ukuran keberhasilan tidak harus selalu berupa kekayaan atau pencapaian yang terlihat besar.
Bagi generasi muda, pesan ini menjadi pengingat untuk menetapkan tujuan finansial sesuai kondisi pribadi. Keinginan untuk berkembang tetap penting, tetapi tidak harus dilakukan dengan mengikuti semua standar yang terlihat di media sosial.













