JAKARTA, Cobisnis.com – Pengusaha Boy Thohir menilai kekayaan besar tidak otomatis menjamin kesejahteraan keluarga bertahan hingga beberapa generasi. Menurutnya, harta perlu dikelola dengan perencanaan suksesi yang baik serta nilai yang ditanamkan kepada generasi penerus.
Hal tersebut disampaikan Boy Thohir saat berbincang dengan Leon Hartono dalam konten YouTube bertema “Jadi Orang TERKAYA & Financial Freedom, Ngapain Kerja?”.
Boy menceritakan bagaimana ayahnya, Haji Muhammad Thahir, menanamkan prinsip bahwa uang bukanlah tujuan utama dalam hidup. Kepercayaan, nama baik, dan kerja keras justru menjadi nilai yang terus ditekankan dalam keluarga.
“Harta sebanyak-banyaknya, kalau tidak punya succession plan yang bagus, kita enggak punya anak-anak yang dididik dengan value yang benar, seberapa pun habis,” dikutip dari kanal YouTube Leon Hartono, Jumat (09/10/2026).
Menurut Boy, menjaga kekayaan tidak cukup hanya dengan menyimpan aset atau menempatkan uang pada instrumen investasi yang relatif aman. Kekayaan juga perlu dikembangkan agar dapat menopang kebutuhan keluarga pada generasi berikutnya.
Ia mencontohkan pembagian harta warisan kepada anak-anak. Jika kekayaan hanya dibagi tanpa upaya untuk mengembangkannya, jumlah yang diterima setiap generasi berpotensi semakin kecil seiring bertambahnya anggota keluarga.
Karena itu, Boy mendorong anak-anaknya untuk bekerja keras dan membangun kemampuan sendiri. Ia menilai kekayaan yang diwariskan perlu disertai tanggung jawab untuk mempertahankan sekaligus mengembangkannya.
Boy juga menekankan pentingnya pendidikan nilai dalam keluarga. Menurutnya, anak-anak perlu memahami bahwa kemudahan yang diperoleh dari orang tua tidak boleh membuat mereka kehilangan semangat untuk berusaha.
Dalam perjalanan hidupnya, Boy mengaku belajar dari pengalaman ayahnya yang memulai kehidupan dari kondisi ekonomi sulit. Pengalaman tersebut membentuk pandangan keluarga bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh banyaknya uang, tetapi juga karakter dan cara seseorang menjalankan usaha.
Ia turut menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan dalam dunia bisnis. Menurut Boy, reputasi dan rekam jejak yang baik dapat menjadi fondasi untuk membangun hubungan usaha dan membuka peluang mendapatkan kepercayaan dari pihak lain.
Boy juga mengingatkan bahwa perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Pengalaman menghadapi kesulitan mengajarkannya untuk bertahan, beradaptasi, dan tidak mudah menyerah ketika kondisi usaha memburuk.
Bagi Boy, financial freedom bukan sekadar memiliki cukup uang untuk berhenti bekerja. Kekayaan perlu dikelola secara bertanggung jawab, sementara nilai kerja keras, kepercayaan, dan perencanaan suksesi harus tetap dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.













