JAKARTA, Cobisnis.com – Duduk bersebelahan dengan orang asing saat naik pesawat ternyata tidak selalu berujung pada percakapan. Bagi sebagian penumpang, penerbangan justru menjadi waktu untuk menikmati ruang pribadi.
Hal tersebut terlihat dari sebuah polling yang melibatkan 3.127 responden. Sebanyak 59% memilih tidak mengobrol dengan penumpang di sebelahnya, sementara 41% lainnya memilih berbincang.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa keinginan untuk memiliki waktu sendiri menjadi salah satu pertimbangan penumpang. Apalagi, penerbangan jarak jauh bisa berlangsung selama berjam jam.
Bagi sebagian orang, waktu selama penerbangan bisa digunakan untuk mendengarkan musik, membaca, atau menonton film dan serial. Karena itu, mereka memilih menikmati perjalanan tanpa perlu banyak berinteraksi.
Sapaan sederhana dari penumpang di sebelah juga belum tentu berarti percakapan akan berlangsung panjang. Ada penumpang yang mungkin hanya ingin beristirahat setelah menjalani aktivitas sebelum penerbangan.
Kondisi tempat duduk juga ikut memengaruhi kenyamanan penumpang. Terutama di kelas ekonomi, ruang yang tersedia relatif terbatas sehingga penumpang tidak memiliki banyak pilihan untuk menjauh dari orang di sebelahnya.
Situasi tersebut bisa terasa lebih rumit ketika seseorang duduk di kursi tengah. Percakapan yang berlangsung terlalu lama dapat membuat penumpang merasa sungkan untuk mengakhirinya.
Meski begitu, bukan berarti berbicara dengan orang asing selalu dianggap mengganggu. Sebagian penumpang justru menikmati kesempatan bertemu orang baru selama perjalanan.
Obrolan ringan mengenai tujuan perjalanan atau pengalaman bepergian bahkan bisa berkembang menjadi percakapan yang berkesan. Interaksi seperti ini menjadi salah satu sisi menarik dari perjalanan bersama orang yang sebelumnya tidak dikenal.
Namun, berdasarkan hasil polling tersebut, pilihan untuk menjaga ruang pribadi masih lebih banyak dipilih. Sebanyak 59% responden memilih menikmati penerbangan tanpa mengobrol dengan orang asing di sebelahnya.













