JAKARTA, Cobisnis.com – Teori evolusi menjelaskan bahwa seluruh makhluk hidup memiliki hubungan kekerabatan dan kemungkinan berasal dari nenek moyang yang sama.
Dikutip dari kanal YouTube Kok Bisa?, Jumat (02/10/2026), manusia bahkan disebut masih membawa sejumlah jejak dari kehidupan nenek moyang yang hidup di air.
Salah satu petunjuknya dapat dilihat dari perkembangan embrio manusia dan ikan yang pada tahap tertentu memiliki bentuk yang sangat mirip.
Pada manusia, beberapa tonjolan pada embrio nantinya berkembang menjadi bagian rahang, tenggorokan, dan tulang telinga, sedangkan pada ikan struktur tersebut berkembang menjadi insang.
Kesamaan juga ditemukan pada bagian tertentu dari urutan gen yang mengatur perkembangan tubuh.
Perbedaan bentuk anggota tubuh manusia dan ikan kemudian dipengaruhi oleh bagaimana struktur tersebut berkembang dan digunakan.
Tangan manusia dan sirip ikan memiliki hubungan evolusioner karena keduanya berasal dari struktur tubuh yang memiliki kesamaan dasar.
Jejak evolusi bahkan disebut masih terlihat dalam mekanisme tubuh manusia yang berkaitan dengan pernapasan.
Salah satunya adalah cegukan yang melibatkan kontraksi otot pernapasan dan diduga berkaitan dengan mekanisme kuno yang dimiliki nenek moyang vertebrata.
Manusia juga membawa sebagian besar tubuhnya dalam bentuk air dengan komposisi cairan tubuh yang mengandung garam sehingga memiliki kemiripan tertentu dengan lingkungan laut tempat kehidupan awal berkembang.
Perjalanan dari kehidupan di air menuju daratan berlangsung sangat panjang dan melibatkan perubahan berbagai struktur tubuh secara bertahap.
Karena itu, manusia bukanlah makhluk yang muncul terpisah dari kehidupan lainnya, melainkan salah satu cabang dalam pohon kehidupan yang berkembang selama miliaran tahun.
Hubungan tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki keterkaitan evolusioner dengan berbagai makhluk hidup yang ada di Bumi.













