JAKARTA, Cobisnis.com – Penelitian virus dan bakteri tidak bisa dilakukan sembarangan karena mikroorganisme tertentu dapat membahayakan manusia maupun lingkungan.
Dikutip dari kanal YouTube Kok Bisa?, Selasa (29/09/2026), laboratorium penelitian mikroorganisme memiliki tingkat keamanan yang disesuaikan dengan risiko patogen yang ditangani.
Penentuan tingkat keamanan tidak hanya mempertimbangkan jenis mikroorganisme, tetapi juga kemampuan patogen menginfeksi manusia dan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.
Untuk mikroorganisme dengan risiko relatif rendah, laboratorium dapat menggunakan sistem keamanan dasar seperti penggunaan alat pelindung diri, larangan makan, serta prosedur pembersihan area kerja.
Peneliti juga harus memastikan tangan dan area kerja dibersihkan sebelum meninggalkan laboratorium agar tidak membawa mikroorganisme keluar.
Untuk patogen dengan risiko lebih tinggi, fasilitas laboratorium membutuhkan sistem pengamanan tambahan.
Salah satunya adalah Biosafety Level 2 atau BSL-2 yang memiliki akses terbatas dan pintu yang dapat menutup sendiri.
Sampel juga tidak boleh dimanipulasi sembarangan di meja terbuka, tetapi diproses menggunakan biological safety cabinet atau BSC.
Laboratorium tersebut juga dilengkapi fasilitas keselamatan seperti eye shower untuk menangani kondisi ketika bahan berbahaya mengenai mata.
Sampel tertentu disimpan dalam peralatan yang memiliki sistem penguncian sehingga aksesnya hanya dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Semakin tinggi risiko mikroorganisme yang diteliti, semakin ketat pula sistem keamanan yang dibutuhkan.
Pada fasilitas dengan tingkat keamanan lebih tinggi, terdapat sistem dua pintu yang tidak dapat dibuka secara bersamaan untuk mencegah udara keluar dari area laboratorium.
Peneliti juga tidak diperbolehkan bekerja sendirian dan harus menjalani pelatihan sebelum menangani mikroorganisme berisiko tinggi.
Peralatan pelindung yang digunakan juga jauh lebih lengkap, sementara limbah penelitian harus melalui proses khusus sebelum dibuang.
Sistem ventilasi dirancang untuk menjaga arah aliran udara agar tidak membawa patogen keluar dari fasilitas.
Pada tingkat keamanan paling tinggi, peneliti dapat menggunakan pakaian pelindung tertutup yang terhubung dengan sistem suplai udara.
Fasilitas seperti ini juga membutuhkan lokasi yang sangat terkontrol, sistem pengamanan berlapis, serta pembatasan waktu kerja karena penggunaan perlengkapan pelindung dapat memberikan beban fisik dan mental.
Seluruh sistem tersebut merupakan bagian dari konsep biosafety, yaitu prinsip keselamatan dalam menangani, meneliti, hingga membuang bahan biologis yang berpotensi membahayakan.
Biosafety menjadi bagian penting dalam penelitian karena keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan harus berjalan bersama dengan kemajuan ilmu pengetahuan.













