JAKARTA, Cobisnis.com — Polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan antara warga dan pekerja asal China di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kericuhan tersebut diduga bermula dari aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan operasional perusahaan. Situasi kemudian berkembang hingga terjadi bentrokan.
Kasi Humas Polres Morowali Ipda Yunus mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui pemicu awal kejadian.
“Intinya kalau saya lihat informasi itu hari Jumat, tanggal 2 Oktober. Karena adanya unjuk rasa. Belum tahu penyebab pastinya,” kata Yunus, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (4/10/26).
Menurut Yunus, aksi tersebut berlangsung di area operasional PT Astima Konstruksi (Askon) pada Jumat (2/10). Polisi masih menelusuri dugaan miskomunikasi yang membuat situasi berubah menjadi kericuhan.
“Kalau sekilas kita dengar itu adanya unras, kemudian mungkin ada miskomunikasi sehingga itu terjadi chaos di situ. Tapi untuk kepastiannya, kita masih kumpulkan data,” ungkapnya.
Saat ini, sejumlah personel Reskrim Polres Morowali masih memeriksa sejumlah pihak serta mengumpulkan informasi mengenai kejadian tersebut.
“Proses pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.
Polisi belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Yunus menegaskan informasi yang disampaikan kepada publik harus dipastikan terlebih dahulu kebenarannya.
“Jangan sampai ada informasi yang tidak fix kemudian kita share. Kita kumpul dulu semua, baru saya konfirmasi ke kapolres,” katanya.
Polres Morowali juga berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah dalam proses penanganan dan penyelidikan kasus tersebut.
“Kalau sudah fixed datanya, saya koordinasi ke pihak Polres, baru nanti saya informasikan kembali ke media,” katanya.













