JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat masuk dalam susunan Wantimpres baru. Di antaranya cendekiawan Muslim M Quraish Shihab serta tokoh perempuan Sinta Nuriyah Wahid.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Prabowo. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan pembacaan keputusan presiden mengenai pengangkatan para anggota Wantimpres.
Quraish Shihab dikenal sebagai ulama dan cendekiawan di bidang Al-Qur’an. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada 1998 serta Duta Besar Indonesia untuk Mesir.
Sementara itu, Sinta Nuriyah Wahid dikenal sebagai tokoh perempuan yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, pembelaan hak perempuan, serta dialog antarumat beragama.
Selain Quraish Shihab dan Sinta Nuriyah, sejumlah tokoh agama lainnya juga dilantik. Mereka antara lain Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, serta mantan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Prabowo juga melantik Philip Kuncoro Wijaya, Budi Tanuwibowo, dan Ida Bagus Purwalaksana sebagai anggota Wantimpres.
Selain itu, Jacky Manuputty dan Ignasius Jonan turut masuk dalam jajaran Wantimpres. Namun, keduanya tidak menghadiri prosesi pelantikan secara langsung di Istana Kepresidenan.
Seluruh anggota Wantimpres yang hadir kemudian mengucapkan sumpah jabatan sesuai dengan agama masing-masing. Sumpah tersebut dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar para anggota Wantimpres membacakan sumpah jabatan dipandu Presiden Prabowo.
Pelantikan tersebut menandai pengisian jajaran Wantimpres dengan total 26 anggota dari berbagai latar belakang tokoh agama dan masyarakat.













