JAKARTA, Cobisnis.com – Kucing betina bisa tiba tiba menunjukkan perilaku yang berbeda ketika memasuki masa berahi. Mereka dapat menjadi lebih penyayang, sering mengeong, hingga berusaha keluar dari rumah.
Kucing betina umumnya mulai mengalami siklus berahi pada usia 5 sampai 9 bulan. Namun, beberapa kucing bisa mengalaminya lebih cepat atau baru memasuki masa tersebut hingga usia 18 bulan.
Siklus berahi dapat berulang setiap 14 sampai 21 hari apabila kucing belum hamil atau belum dikebiri. Karena itu, pemilik perlu mengenali perubahan perilaku yang muncul selama masa tersebut.
Ciri pertama adalah grooming atau menjilati tubuh secara berlebihan, terutama pada area genital. Namun, jika perilaku ini muncul tanpa tanda berahi lainnya, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan saluran kemih.
Kucing betina yang sedang berahi juga bisa menjadi jauh lebih penyayang. Mereka sering menggosokkan bagian belakang tubuh ke perabotan, mainan, kucing lain, bahkan kepada pemiliknya.
Tanda berikutnya terlihat dari posisi tubuh. Kucing dapat menundukkan kepala, menekuk kaki depan, mengangkat bagian belakang tubuh dan ekor, serta melakukan gerakan kaki belakang secara berirama.
Kucing betina juga dapat mulai menandai wilayah dengan menyemprotkan urine ke permukaan vertikal. Saat melakukannya, ekornya biasanya terangkat dan bergetar, disertai gerakan seperti berjalan di tempat.
Perubahan lain yang cukup mudah dikenali adalah meningkatnya frekuensi mengeong. Suaranya bahkan dapat terdengar seperti tangisan karena perilaku tersebut digunakan untuk menarik perhatian kucing jantan.
Saat berahi, kucing juga dapat berusaha keluar dari rumah. Mereka bisa mendeteksi feromon kucing jantan dan kemudian menggaruk pintu atau mencoba menyelinap melalui celah rumah.
Nafsu makan dan pola tidur juga dapat berubah selama masa berahi. Pemilik dapat memberikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering serta menjaga rutinitas yang tenang.
Jika kucing menolak makan dalam waktu lama atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa, pemeriksaan ke dokter hewan diperlukan. Pemilik juga perlu mengamankan akses keluar rumah jika tidak menginginkan kehamilan yang tidak direncanakan.













