• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Pemuda Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Kini Dikabarkan Tewas

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 30, 2026
in News
0
Pemuda Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Kini Dikabarkan Tewas

JAKARTA, Cobisnis.com  – Kabar duka datang dari keluarga Rendi, pemuda asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), yang dikabarkan meninggal dunia saat berada di Rusia.

Rendi sebelumnya disebut pergi ke Rusia untuk bekerja dan kemudian diduga terlibat sebagai pasukan yang membela negara tersebut.

Informasi mengenai kabar kematian Rendi disampaikan Ketua RT 03/RW 01 Air Keruh, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Starki.

Menurutnya, informasi tersebut diterima keluarga melalui rekan Rendi yang berada di Indonesia.

“Pihak keluarga dapat telepon dari kawannya yang di Indonesia, itu dia sudah meninggal,” kata Starki, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026).

Sebelum berada di Rusia, Rendi diketahui meninggalkan Natuna pada sekitar 2022 untuk mencari pekerjaan. Perjalanannya mencari pekerjaan disebut dimulai dari Tanjungpinang, kemudian berlanjut ke Batam hingga Jakarta.

“Dia meninggalkan Ranai sekitar 2022. Tujuan awalnya ke Tanjungpinang, cari kerja. Setelah beberapa tahun di Tanjungpinang, ke Batam, kemudian ke Jakarta,” ujarnya.

Keluarga sempat mengetahui Rendi bekerja di Filipina dengan pekerjaan yang berkaitan dengan jaringan atau internet. Kemudian, sekitar Februari-Maret 2026, keluarga mendapat kabar bahwa Rendi sudah berada di Rusia.

Dari informasi yang diterima keluarga, Rendi disebut melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia pada sekitar Mei 2026.

Saat pertama kali mengetahui keberadaan Rendi di Rusia, keluarga mendapat informasi bahwa pekerjaannya berkaitan dengan distribusi logistik makanan. Saat itu, Rendi disebut tidak bekerja sebagai tentara bayaran.

“Jadi keterangan si Rendi ini, dia bekerja di Rusia itu bukan sebagai tentara bayaran, tapi sebagai pengantar logistik makanan,” ujarnya.

Situasi kemudian berubah setelah Rendi dikabarkan akan dipindahkan ke bagian pasukan tempur. Pemindahan tersebut disebut tidak sesuai dengan kesepakatan pekerjaan yang sebelumnya diterima Rendi.

Menurut informasi dari keluarga, Rendi sempat menolak penugasan tersebut. Namun, ia disebut kesulitan untuk mengundurkan diri dan kembali ke Indonesia karena paspornya berada dalam penguasaan pihak lain.

“Dia menolak karena tidak sesuai dengan kontraknya. Setelah itu dia sudah pasrah, mau mundur tidak bisa, mau tidak mau ikut alur. Tidak bisa kembali ke Indonesia karena paspornya ditahan,” ujarnya.

Setelah beberapa waktu berada di Rusia, komunikasi Rendi dengan keluarganya terhenti. Keluarga sempat mengira kondisi tersebut hanya disebabkan telepon Rendi yang tidak aktif.

Kabar mengenai kematian Rendi kemudian diterima keluarga dari rekannya yang berada di Indonesia.

“Tak lama kemudian dapat telepon dari kawannya yang di Indonesia, itu dia sudah meninggal,” kata Starki.

Rendi disebut meninggal setelah terjadi serangan drone Ukraina di wilayah Rusia. Informasi tersebut diterima Starki dari pihak yang berkomunikasi dengan keluarga.

Dalam kejadian tersebut, seorang rekan Rendi juga dikabarkan mengalami luka parah. Sementara keberadaan jenazah Rendi hingga kini belum diketahui.

“Keterangan dari kawannya itu, jenazahnya pun tidak ditemukan. Sudah hancur, tidak tahu di mana,” ujarnya.

Keluarga masih berupaya mendapatkan kepastian mengenai kabar kematian Rendi. Mereka juga berharap dapat memastikan kondisi dan keberadaan jenazah Rendi apabila informasi tersebut telah dinyatakan benar.

“Keluarga mau lihat jenazahnya anaknya ini seperti apa. Kalau memang betul sudah dinyatakan meninggal,” ujarnya.

Selain kabar kematian, muncul informasi bahwa Rendi mendapatkan bayaran sekitar Rp600 juta selama bekerja di Rusia. Namun, Starki menyebut pihak keluarga belum pernah menerima uang dengan nominal tersebut.

Ia mengatakan memang ada informasi mengenai kontrak senilai Rp600 juta. Meski demikian, mekanisme pembayaran uang tersebut belum diketahui secara pasti, termasuk apakah dibayarkan di awal kontrak atau setelah pekerjaan selesai.

“Yang itu kita belum dapat keterangan pasti. Apakah setelah kontrak itu selesai baru dibayarkan Rp600 juta, apakah waktu teken kontrak langsung dibayar Rp600 juta,” katanya.

Starki menegaskan tidak pernah ada transfer Rp600 juta yang diterima keluarga Rendi. Ia menyebut Rendi memang beberapa kali mengirimkan uang kepada keluarganya, tetapi jumlahnya sekitar Rp50 juta dan Rp20 juta.

Dana tersebut disebut diberikan untuk kebutuhan orang tua Rendi, termasuk keperluan menjalankan ibadah umrah.

“Sampai hari ini saya berani nyatakan bahwa itu hanya isu. Kebenarannya pun belum kita pastikan satu-satu,” ujarnya.

Sampai saat ini, keluarga juga belum mengetahui secara pasti pihak atau perusahaan yang mempekerjakan Rendi selama berada di Rusia. Informasi mengenai nama perusahaan tempat Rendi bekerja juga disebut tidak pernah disampaikan kepada keluarga.

“Orang tuanya pun tidak tahu. Si Rendi pun tidak pernah bercerita dia kerja di perusahaan mana. Tahunya dia hanya berada di negara ini,” katanya.

Starki menyebut Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) turut melakukan penelusuran terkait keberadaan serta keberangkatan Rendi ke Rusia.

Penelusuran tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada pihak tertentu yang merekrut warga Natuna untuk bekerja di luar negeri. Berdasarkan informasi sementara, belum ditemukan adanya perekrutan dari Natuna.

“Takutnya ada yang merekrut dari Natuna. Sejauh ini tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi sementara yang diterima Starki, Rendi diduga mendapatkan tawaran atau informasi pekerjaan tersebut ketika masih berada di Filipina.

“Dugaan keluarga Rendi direkrutnya dari Filipina,” ujarnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
free online course
download xiomi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
Tags: cobisnis.comkeluarga Rendikontrak kerjaRendi NatunaRusiaserangan dronetentara bayaran

Related Posts

Kemnaker memanfaatkan AI untuk membantu verifikasi mitra dan peserta Program Magang Nasional, termasuk mendeteksi pola pendaftaran yang tidak lazim.

Kemnaker Gunakan AI Verifikasi Magang Nasional

by Desti Dwi Natasya
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu proses verifikasi Program Magang Nasional...

Bank Mandiri Kucurkan KUR Senilai Rp29,53 Triliun hingga Agustus 2026, Sebanyak 64,48% Mengalir ke Sektor Produksi

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp29,53 Triliun

by Rizki Meirino
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp29,53 triliun hingga 31 Agustus 2026. Penyaluran tersebut...

Lamine Yamal

Spanyol Hajar Kroasia, Yamal Cetak Brace

by Desti Dwi Natasya
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Spanyol meraih kemenangan telak 4-1 atas Kroasia pada Matchday 2 UEFA Nations League di Sevilla, Rabu (30/9/2026)...

Polri Tindak Tegas Karhutla, 196 Orang Jadi Tersangka

Polri Tindak Tegas Karhutla, 196 Orang Jadi Tersangka

by Hidayat Taufik
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kepolisian menetapkan 196 orang sebagai tersangka dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang pengusutan ratusan...

Jalur Tikus Lapas Cibinong, Dirjen PAS dan Ombudsman Saling Bantah

Jalur Tikus Lapas Cibinong, Dirjen PAS dan Ombudsman Saling Bantah

by Hidayat Taufik
September 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perbedaan informasi muncul antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dengan Ombudsman RI...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transaksi Jumbo Saham BCA Capai Rp1,35 Triliun, Nama Haji Isam Ikut Mencuat

Transaksi Jumbo Saham BCA Capai Rp1,35 Triliun, Nama Haji Isam Ikut Mencuat

September 29, 2026
PLN Indonesia Power Perkuat Kontribusi Program TJSL

PLN Indonesia Power Perkuat Kontribusi Program TJSL

September 29, 2026
Makanan Terbuang Jadi Masalah Iklim, Emisinya Capai 10% Secara Global

Makanan Terbuang Jadi Masalah Iklim, Emisinya Capai 10% Secara Global

September 29, 2026
Scam Digital Meningkat, 668 Ribu Laporan dan 1,2 Juta Rekening Dilaporkan

Scam Digital Meningkat, 668 Ribu Laporan dan 1,2 Juta Rekening Dilaporkan

September 28, 2026
Kemnaker memanfaatkan AI untuk membantu verifikasi mitra dan peserta Program Magang Nasional, termasuk mendeteksi pola pendaftaran yang tidak lazim.

Kemnaker Gunakan AI Verifikasi Magang Nasional

September 30, 2026
Presiden Donald Trump

IRGC Desak Warga AS Ganti Pemerintahan Trump

September 30, 2026
Bank Mandiri Kucurkan KUR Senilai Rp29,53 Triliun hingga Agustus 2026, Sebanyak 64,48% Mengalir ke Sektor Produksi

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp29,53 Triliun

September 30, 2026
Buah Rasberi - pexels/CECILE HOURNAU

Ketahui 5 Buah yang Mengandung Prebiotik, Baik untuk Kesehatan Usus

September 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved