JAKARTA, Cobisnis.com – Duta Besar Amerika Serikat untuk China David Perdue menyebut Presiden Donald Trump pernah bertanya kepada Presiden China Xi Jinping apakah Beijing tertarik membeli senjata dari AS, meski ekspor persenjataan Amerika ke China menghadapi pembatasan hukum yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Perdue dalam wawancara dengan Fox News Sunday pada Minggu (27/9/2026) ketika membahas pendekatan Trump terhadap China serta kebijakan penjualan senjata AS kepada Taiwan.
“Presiden Trump terus mengatakan, ‘Hei, kami menjual senjata kepada orang lain di seluruh dunia,’” kata Perdue yang dilansir dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026).
“Dia bahkan pernah bertanya kepada Presiden Xi apakah beliau ingin membeli beberapa senjata,” tambahnya.
Perdue tidak menjelaskan kapan pertanyaan tersebut disampaikan, jenis persenjataan yang dimaksud, maupun respons Xi terhadap pertanyaan Trump.
Namun, Trump kemudian memberikan keterangan berbeda ketika ditanya wartawan mengenai pernyataan Perdue pada Senin (28/9/2026), dengan mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui klaim tersebut dan perlu menanyakannya kepada sang duta besar.
Terlepas dari pernyataan tersebut, penjualan senjata AS kepada China akan menghadapi hambatan hukum karena Kongres Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan ekspor barang pertahanan yang tercantum dalam US Munitions List ke China daratan sejak 1990.
Sementara itu, AS tetap menjadi pemasok persenjataan utama Taiwan dan pemerintah Washington menyatakan kebijakan terhadap Taiwan tidak berubah setelah pertemuan Trump dan Xi, termasuk kewajiban berdasarkan Taiwan Relations Act 1979 untuk membantu Taiwan mempertahankan kemampuan pertahanannya.
Taiwan sendiri masih melakukan pembicaraan dengan AS mengenai penjualan senjata, sementara sejumlah paket persenjataan yang telah dibahas sebelumnya masih menunggu keputusan Washington.
Dengan demikian, pernyataan Perdue mengenai pertanyaan Trump kepada Xi belum menunjukkan adanya rencana penjualan senjata AS kepada China, terlebih Trump sendiri telah membantah pernah mengajukan pertanyaan tersebut.













