• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Badan Kurus tapi Perut Buncit, Waspada Skinny Fat

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
in Lifestyle
0
Skinny fat membuat tubuh tampak kurus tetapi memiliki lemak tubuh tinggi dan massa otot rendah. Kenali penyebab, risiko, serta cara memperbaiki komposisi tubuh.

Skinny fat membuat tubuh tampak kurus tetapi memiliki lemak tubuh tinggi dan massa otot rendah. Kenali penyebab, risiko, serta cara memperbaiki komposisi tubuh.

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan kurus tidak selalu berarti tubuh terbebas dari masalah kesehatan karena seseorang tetap dapat memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi.

Dikutip dari kanal YouTube KataDokterId, Jumat (25/9/2026), kondisi tersebut dikenal sebagai skinny fat atau dalam istilah medis disebut normal weight obesity.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh (IMT) dalam kisaran normal, tetapi persentase lemak tubuhnya tinggi dan massa ototnya rendah.

Secara tampilan, seseorang dengan skinny fat dapat terlihat kurus atau memiliki berat badan ideal, tetapi menyimpan lemak dalam jumlah tinggi di dalam tubuh.

Salah satu jenis lemak yang perlu diperhatikan adalah lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam tubuh.

Beberapa faktor dapat memicu kondisi tersebut, seperti pola makan tinggi kalori tetapi rendah protein, kurang aktivitas fisik, massa otot yang rendah, terlalu banyak mengonsumsi makanan ultra-proses dan minuman manis, serta diet ketat yang dilakukan berulang kali.

Faktor usia dan hormonal serta genetik juga dapat berperan terhadap komposisi tubuh seseorang.

Rendahnya massa otot menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena otot berperan penting dalam metabolisme glukosa dan respons tubuh terhadap insulin.

Ketika massa otot berkurang, pengelolaan glukosa dalam tubuh dapat terganggu dan kondisi tersebut dapat berkaitan dengan peningkatan risiko resistensi insulin.

Dalam pemeriksaan laboratorium, seseorang dengan skinny fat dapat menunjukkan kadar kolesterol atau gula darah yang lebih tinggi dari normal.

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dislipidemia, penyakit jantung, stroke, fatty liver, dan sindrom metabolik.

Karena itu, ukuran berat badan saja tidak cukup untuk menggambarkan kondisi kesehatan tubuh.

Konsultasi dengan dokter dapat dipertimbangkan ketika lingkar perut semakin besar, termasuk lebih dari 80 sentimeter pada perempuan atau 90 sentimeter pada laki-laki meskipun berat badan masih normal.

Keluhan seperti mudah lelah, stamina menurun, riwayat keluarga dengan diabetes atau penyakit jantung, serta hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan gula darah atau kolesterol tinggi juga perlu diperhatikan.

Untuk memperbaiki komposisi tubuh, fokusnya bukan sekadar menurunkan angka pada timbangan, tetapi meningkatkan massa otot sekaligus mengurangi lemak tubuh.

Latihan beban sebanyak 2 hingga 4 kali per minggu, olahraga kardio secara rutin, serta konsumsi protein sekitar 1 hingga 1,6 gram per kilogram berat badan per hari dapat menjadi bagian dari upaya tersebut sesuai kondisi masing-masing.

Pola makan juga perlu diperbaiki dengan mengurangi konsumsi gula berlebihan dan memperbanyak makanan utuh seperti sayuran, buah, sumber protein, biji-bijian utuh, serta lemak sehat.

Tidur selama 7 hingga 9 jam dan menghindari kebiasaan duduk terlalu lama juga menjadi bagian dari upaya menjaga komposisi tubuh.

Diet yang terlalu ketat juga dapat menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kehilangan massa otot, terutama jika tidak disertai latihan fisik.

Setelah diet ketat dihentikan, lemak tubuh dapat kembali meningkat sementara massa otot yang hilang belum tentu kembali dengan cepat.

Akibatnya, berat badan seseorang mungkin tetap berada dalam kisaran normal, tetapi persentase lemak tubuhnya meningkat.

Faktor genetik juga dapat memengaruhi metabolisme dan komposisi tubuh sehingga seseorang yang secara genetik cenderung bertubuh kurus tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan dari dalam.

Karena itu, tubuh yang tampak kurus, terutama jika disertai perut buncit, tetap perlu diperhatikan dan dapat diperiksa melalui konsultasi medis serta pemeriksaan laboratorium bila diperlukan.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download xiomi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: badan kurus perut buncitCobisnisLemak visceralMassa Ototnormal weight obesityskinny fat

Related Posts

World Heart Day 2026, Obesitas dan Risiko Jantung

World Heart Day 2026, Obesitas dan Risiko Jantung

by Rizki Meirino
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – World Heart Day 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman mengenai hubungan obesitas dan kesehatan jantung. Penyakit kardiovaskular...

PMSol dan PTK Group Dorong Ekosistem Biodiesel Nasional

PMSol dan PTK Group Dorong Ekosistem Biodiesel Nasional

by Rizki Meirino
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PMSol turut hadir bersama PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) Group dalam 6th Palm Biodiesel Conference 2026 yang...

Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Presiden Serbia Vucic Mundur, Incar Kursi Perdana Menteri

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengundurkan diri pada Minggu (27/9/2026), menjelang pemilihan parlemen yang akan digelar pada 25...

Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Meta Dinyatakan Langgar Hukum, Terancam Denda Rp3.500 Triliun

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Meta Platforms dinyatakan melanggar hukum perlindungan konsumen oleh juri di New Mexico, Amerika Serikat, terkait pernyataan perusahaan...

Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah pertandingan UEFA Nations League 2026/27 Matchday 2 berlangsung pada Minggu (27/9/2026) atau Senin (28/9/2026) dini hari...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Alexandr Wang Bawa Gebrakan AI, Nilai Pasar Meta Naik Rp4.191 Triliun

Alexandr Wang Bawa Gebrakan AI, Nilai Pasar Meta Naik Rp4.191 Triliun

September 28, 2026
Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

September 27, 2026
Banjir Melanda 13 Desa di Aceh Tenggara, 203 Warga Terdampak

Banjir Melanda 13 Desa di Aceh Tenggara, 203 Warga Terdampak

September 28, 2026
Auto Draft

Avengers: Endgame Encore Raup US$26 Juta di Box Office

September 28, 2026
Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim Hibahkan Satu Unit Mini ICU ke Kodam VI/Mulawarman

September 29, 2026
Garuda Terbang, Harimau Menggeram, Gol Tak Kunjung Datang

Garuda Terbang, Harimau Menggeram, Gol Tak Kunjung Datang

September 28, 2026
PMSol dan PTK Group Dorong Ekosistem Biodiesel Nasional

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja

September 28, 2026
World Heart Day 2026, Obesitas dan Risiko Jantung

World Heart Day 2026, Obesitas dan Risiko Jantung

September 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved