Dikutip dari kanal YouTube KataDokterid, Rabu (23/9/2026), dermatitis atopik merupakan penyakit peradangan kulit kronis yang membuat kulit kering, gatal, meradang, kemerahan, dan mudah mengalami kekambuhan.
Eksim tidak disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi merupakan kombinasi faktor genetik, lingkungan, respons sistem kekebalan tubuh yang berlebihan, serta gangguan fungsi pelindung kulit.
Gangguan tersebut membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan menjadi lebih sensitif terhadap berbagai pemicu.
Beberapa pemicu eksim yang sering tidak disadari antara lain stres emosional, debu atau tungau, cuaca panas dan keringat, udara yang sangat kering, sabun, deterjen, pelembut pakaian, pewangi, parfum, pakaian berbahan wol tertentu, hingga infeksi kulit.
Pada sebagian orang, makanan tertentu juga dapat memicu kekambuhan, tetapi tidak semua penderita eksim memiliki alergi makanan.
Eksim juga bukan penyakit menular sehingga tidak dapat berpindah melalui sentuhan seperti berjabat tangan atau kontak kulit biasa.
Ketika eksim kambuh, penggunaan pelembap tanpa pewangi dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan sebaiknya dilakukan terutama setelah mandi.
Kompres dingin selama beberapa menit juga dapat digunakan pada bagian kulit yang sangat gatal.
Menggaruk sebaiknya dihindari karena dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Penderita juga dianjurkan mengenakan pakaian berbahan katun yang dapat menyerap keringat serta menghindari pemicu yang sudah diketahui.
Jika sebelumnya dokter telah memberikan obat, penggunaannya perlu mengikuti petunjuk yang diberikan dan tidak mengganti pengobatan dengan krim secara sembarangan.
Pada anak, penanganan dermatitis atopik mencakup edukasi bagi pasien dan orang tua, menghindari pemicu, menjaga fungsi pelindung kulit, mengurangi peradangan, serta mengatasi rasa gatal.
Perawatan kulit dapat dilakukan dengan menggunakan sabun tanpa SLS, mengoleskan pelembap segera setelah mandi, dan menghindari air mandi yang terlalu panas.
Jika diperlukan, dokter dapat memberikan terapi antiinflamasi dan antihistamin untuk membantu mengendalikan gejala serta memutus siklus gatal dan garukan.
Konsultasi psikologis juga dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu apabila eksim memberikan dampak terhadap kondisi psikologis anak.
Anak dengan eksim perlu segera diperiksakan jika ruam menyebar, mengganggu tidur, menyebabkan rasa gatal terus-menerus, atau tidak membaik meski sudah menggunakan pelembap.
Pemeriksaan juga diperlukan apabila muncul tanda infeksi seperti nanah, kerak berwarna kuning, atau demam.
Kulit kering merupakan salah satu tanda eksim karena gangguan pada skin barrier membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan.
Kondisi tersebut kemudian dapat memicu rasa gatal yang membuat seseorang terus menggaruk hingga terbentuk siklus gatal dan garukan.
Anak juga lebih rentan mengalami eksim karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang sehingga dapat memberikan respons berlebihan terhadap pemicu tertentu.
Seiring bertambahnya usia, kondisi eksim pada sebagian anak dapat lebih terkendali, tetapi perawatan kulit dan penghindaran pemicu tetap penting dilakukan.
Jika eksim sudah mengalami infeksi atau menyebabkan perdarahan, pemeriksaan oleh dokter kulit diperlukan agar kondisi dapat ditangani dengan tepat.