JAKARTA, Cobisnis.com – Penelitian terbaru mengungkap dugaan bahwa gajah Afrika di kawasan Gunung Elgon, Kenya, menggunakan sejumlah tanaman sebagai bagian dari perilaku pengobatan diri ketika mengalami gangguan kesehatan.
Temuan tersebut berasal dari wawancara dengan delapan masyarakat lokal yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun mengamati gajah di kawasan tersebut, termasuk petugas pemantau satwa, pemandu, tetua masyarakat, dan mantan penjaga hutan.
Para peneliti menemukan 35 spesies tumbuhan dari 23 famili yang oleh masyarakat setempat dilaporkan dimanfaatkan gajah dan memiliki kemungkinan fungsi pengobatan, sementara 25 di antaranya juga dikenal memiliki penggunaan obat tradisional bagi manusia.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 24 September 2026 itu menyebut delapan spesies tanaman memiliki bukti perilaku paling kuat sebagai sumber yang secara khusus dicari atau diberikan kepada gajah yang sakit maupun anak gajah.
Salah satu kesaksian menyebut induk gajah memberikan tanaman Angurweet kepada anaknya dengan cara mengunyah daun dan akar hingga halus, kemudian mencampurkannya dengan susu sebelum diberikan kepada anak gajah.
Para peneliti mengategorikan perilaku tersebut sebagai bentuk dugaan allo-medication, yakni ketika seekor hewan memberikan sumber pengobatan kepada individu lain, dalam hal ini induk kepada anaknya.
Peneliti utama Elodie Freymann dari Brown University mengatakan temuan tersebut membuka pertanyaan mengenai hubungan antara kerusakan habitat dengan hilangnya sumber pengobatan alami yang mungkin dimanfaatkan satwa maupun manusia.
Penelitian itu juga mencatat bahwa masyarakat lokal memiliki pengetahuan penting mengenai tanaman yang dikonsumsi gajah, sehingga informasi tersebut digunakan peneliti sebagai petunjuk untuk mengidentifikasi sumber daya yang perlu diteliti lebih lanjut.
Fabien Schultz dari Bernhard Nocht Institute for Tropical Medicine mengatakan pengetahuan masyarakat setempat telah memberikan semacam peta bagi tim untuk menentukan tanaman yang perlu diamati lebih jauh.
Para peneliti kini berencana mengikuti perilaku gajah secara langsung untuk mengetahui apakah mereka memilih tanaman tertentu ketika mengalami kondisi kesehatan tertentu serta menguji apakah tanaman tersebut memiliki aktivitas biologis yang relevan.
Meski demikian, penelitian ini belum membuktikan secara pasti bahwa seluruh tanaman tersebut benar-benar berfungsi sebagai obat bagi gajah karena sebagian temuan masih berdasarkan kesaksian dan pengamatan tidak langsung, sehingga diperlukan penelitian lanjutan.
Studi tersebut juga mencatat bahwa perilaku pengobatan diri pada hewan telah ditemukan pada berbagai spesies, sementara catatan ilmiah paling awal mengenai dugaan pengobatan diri gajah berasal dari tulisan Claudius Aelianus pada abad kedua hingga ketiga.
Bagi para peneliti, temuan ini sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga habitat alami karena kerusakan hutan berpotensi mengurangi akses gajah terhadap berbagai sumber daya yang mereka gunakan untuk bertahan hidup dan menjaga kesehatan.













