JAKARTA, Cobisnis.com – BYD memastikan tidak melanjutkan rencana pembangunan pabrik perakitan mobil di Tanjong Malim, Perak, Malaysia.
Meski membatalkan pembangunan fasilitas tersebut, produsen otomotif asal China itu tetap berkomitmen melakukan perakitan kendaraan secara lokal dengan menggandeng mitra setempat.
Managing Director BYD Malaysia Jacob Ma mengatakan perusahaan saat ini tengah bekerja sama dengan perusahaan perakitan lokal yang telah berpengalaman.
“Untuk memperjelas hal ini, fasilitas Tanjong Malim tidak akan dilanjutkan. Namun, keputusan ini bukan berarti BYD membatalkan rencana perakitan lokal di Malaysia. Komitmen kami terhadap perakitan lokal tetap ada,” kata Jacob, dikutip dari berbagai sumber, Senin (14/9/2026).
Menurut Jacob, pembicaraan dengan calon mitra tersebut telah memasuki tahap akhir dan perusahaan yang dipilih dinilai memiliki kapasitas untuk mendukung kebutuhan BYD.
“Kami bekerja sama dengan mitra perakitan lokal yang sudah mapan, memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan BYD serta mendukung seluruh operasi perakitan lokal kami,” katanya.
BYD belum mengungkap identitas perusahaan yang akan menjadi mitra karena proses kerja sama masih dalam tahap penyelesaian dokumen.
Pengumuman resmi mengenai mitra tersebut akan dilakukan setelah kesepakatan ditandatangani.
Perubahan strategi ini berbeda dari rencana sebelumnya ketika BYD berencana membangun fasilitas completely knocked down (CKD) sendiri di Tanjong Malim.
BYD sempat mengonfirmasi rencana pembangunan fasilitas tersebut pada Agustus 2025 sebelum opsi bekerja sama dengan perusahaan lokal semakin menguat.
Pada Mei 2026, Wakil Presiden sekaligus General Manager Asia Pacific Auto Sales BYD Liu Xueliang diketahui mengunjungi fasilitas Sime Motors Inokom di Kulim, Kedah.
Sime Motors juga dilaporkan mengirimkan tim manajemennya ke kantor pusat BYD di Shenzhen pada pekan sebelumnya untuk membahas kerja sama strategis.
Meski lokasi dan strategi perakitan berubah, BYD menegaskan Malaysia tetap menjadi bagian penting dari rencana pertumbuhan perusahaan.
“Kami terus melihat Malaysia sebagai pasar penting dan bagian strategis dari pertumbuhan BYD di masa depan. Rencana dapat berkembang, lokasi dapat berubah dan strategi dapat disempurnakan, tetapi komitmen kami terhadap pasar ini tetap sama. Kami akan terus berinvestasi. BYD akan tetap berada di sini dan tumbuh bersama Malaysia,” ujar Jacob.













