Pernyataan itu disampaikan Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan AS melakukan serangan lanjutan terhadap Iran.
“Para pemimpin Iran sebagian besar sudah tewas. Angkatan Laut mereka sudah tidak ada. Angkatan Udara mereka sudah tidak ada. Peralatan pengawasan sudah hancur. Itu bukan berarti kami tidak akan menghantam mereka. Kita lihat saja apa nanti,” ujar Trump kepada media.
Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan kemungkinan melakukan serangan terbatas terhadap Iran.
Langkah tersebut disebut bertujuan mencegah Iran memulihkan kembali kemampuan militernya setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan AS.
Selain itu, rencana tersebut juga dikaitkan dengan upaya mengurangi risiko serangan Iran terhadap kapal tanker minyak serta aset Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS yang berada di kawasan.
Ketegangan kembali meningkat setelah sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di Pulau Larak, Iran, pada Minggu.
Pulau tersebut berada di kawasan Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi lalu lintas energi dunia.
Menurut laporan Axios, AS diduga telah melancarkan serangan yang menargetkan peluncur rudal Iran di pulau tersebut.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa Teheran meluncurkan rudal ke kapal-kapal AS yang berada di Selat Hormuz serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan terhadap Iran dilakukan untuk mencegah pasukan negara tersebut menanam ranjau di Selat Hormuz.
Pernyataan Trump terbaru menunjukkan bahwa meski serangan sebelumnya telah melemahkan sejumlah kemampuan militer Iran, Washington masih mempertimbangkan tindakan militer tambahan jika ancaman terhadap kepentingan AS di kawasan kembali muncul.