JAKARTA, Cobisnis.com – Musisi country legendaris asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia di usia 80 tahun. Kepergiannya membawa duka bagi keluarga, rekan, dan para penggemarnya.
Keponakan Dolly Parton, Brian Seaver, menjadi orang pertama yang mengumumkan kabar kepergian sang musisi. Ia juga mengungkap keinginan Dolly mengenai tempat peristirahatan terakhirnya.
Dalam wasiatnya, Dolly disebut ingin dimakamkan di tempat yang memberikan suasana nyaman dan dipenuhi hamparan bunga. Keinginan tersebut menjadi salah satu pesan yang ditinggalkan pelantun lagu 9 to 5 itu kepada keluarganya.
Brian mengatakan Dolly pernah menyampaikan keinginannya secara langsung kepadanya. Ia menggambarkan keinginan tersebut sebagai tempat peristirahatan dengan hamparan kapas yang lembut dan indah.
Menurut Brian, keinginan itu berkaitan dengan perjalanan hidup Dolly yang panjang sebagai seorang musisi. Dolly dikenal kerap tampil dengan kostum panggung yang berat dan penuh hiasan.
Brian juga mengungkap bahwa Dolly telah memintanya bertahun tahun lalu untuk menyampaikan kabar kepergiannya melalui sebuah video. Saat itu, Brian belum membayangkan bahwa permintaan tersebut akhirnya benar benar harus dilakukan.
Selain sebagai keponakan, Brian merupakan kepala keamanan Dolly selama lebih dari dua dekade. Posisi tersebut sebelumnya dijalankan oleh ayah Brian, Larry.
Sebelum meninggal, Dolly sempat mengungkapkan bahwa dirinya mengalami sejumlah masalah kesehatan. Kondisi tersebut membuatnya memilih untuk tidak menjalani tur dan fokus menangani kesehatannya.
Dolly juga sempat kehilangan suaminya, Carl Dean, yang meninggal pada Maret 2025 di usia 82 tahun. Setelah kepergian sang suami, Dolly sempat menepis rumor bahwa dirinya akan pensiun dari dunia musik.
Kepergian Dolly Parton menutup perjalanan panjang salah satu ikon musik country Amerika Serikat. Selain dikenal lewat karya musiknya, Dolly juga memiliki perjalanan karier yang panjang sebagai penyanyi, penulis lagu, dan figur publik.













