JAKARTA, Cobisnis.com – Apple mengirimkan peringatan keamanan kepada pengguna di 110 negara setelah menemukan indikasi serangan spyware canggih atau mercenary spyware.
Peringatan tersebut mulai dikirim Apple sejak Jumat (14/8/2026) dan memicu peningkatan laporan dari pengguna kepada lembaga perlindungan hak digital serta perusahaan keamanan siber.
Organisasi nirlaba hak digital Access Now menyebut gelombang peringatan kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pemantauan serangan spyware.
Direktur Tim Investigasi Access Now Mohammed Al-Maskati mengatakan permintaan bantuan yang diterima lembaganya meningkat signifikan.
“Jumlahnya sekitar 30 hingga 40 persen lebih tinggi dibanding gelombang peringatan yang pernah dikirimkan Apple sebelumnya,” ujar Al-Maskati yang dikutip dari beberapa sumber, Selasa (18/8/2026).
Lonjakan laporan serupa juga dicatat firma keamanan siber iVerify dari pengguna yang menerima threat notification resmi Apple.
Serangan tersebut diduga melibatkan malware kelas militer yang umumnya digunakan oleh aktor tingkat negara. Salah satu penerima peringatan merupakan tentara aktif Ukraina yang tengah bertugas di garis depan.
Peringatan Apple kini muncul melalui layar kunci, menu Settings, email terdaftar, hingga akun Apple melalui web.
Peneliti Senior The Citizen Lab John Scott-Railton menilai penyebaran notifikasi tersebut menunjukkan ancaman mata-mata digital yang lebih luas.
“Skala dan keragaman geografis dari unggahan publik terkait notifikasi ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Notifikasi yang terlihat publik ini hanyalah puncak gunung es dari ancaman yang jauh lebih besar di bawah permukaan,” kata Scott-Railton.
Apple dan pakar keamanan siber mengimbau pengguna yang menerima peringatan untuk mengaktifkan Lockdown Mode pada iPhone, iPad, atau Mac. Fitur tersebut dirancang membatasi sejumlah fungsi perangkat yang berpotensi dimanfaatkan spyware.













