JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah ketika ditanya seorang wartawan di Gedung Putih soal pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Trump meneriaki wartawan tersebut di depan wartawan lainnya, memintanya untuk “diam” dan menyebutnya sebagai “berita palsu”.
Momen tersebut terjadi di Gedung Putih pada Senin (17/8) waktu setempat, setelah Trump memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan.
Trump menyebut biaya latihan militer tahunan tersebut besar. Ia juga menyoroti penolakan Seoul untuk berpartisipasi dalam operasi militer AS terhadap Iran.
Dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih, salah satu wartawan menanyakan apakah keputusan Trump memangkas latihan militer AS dan Korea Selatan dilakukan atas permintaan Kim Jong Un.
“Apakah dia secara khusus meminta Anda untuk menguranginya?” tanya wartawan tersebut, merujuk pada latihan militer gabungan kedua negara.
Bukannya menjawab, Trump mengarahkan jarinya kepada wartawan itu sambil berkata, “Diam! Diam! Diam! Diam!” Trump kemudian menyinggung sikap wartawan tersebut yang dinilainya tidak sopan.
“Diam. Anda dari media mana?” tanya Trump. “Saya dari CNN,” jawab wartawan tersebut.
Laporan Variety menyebut wartawan yang dimaksud merupakan koresponden senior CNN untuk Gedung Putih, Kristen Holmes. Trump kemudian menimpali, “Berita palsu.”
Wartawan tersebut tetap berusaha menindaklanjuti pertanyaan mengenai Korea Selatan. Trump kembali menyebutnya sebagai orang yang berisik dan reporter palsu yang memberitakan berita palsu.
Tidak gentar, wartawan itu kembali menanyakan apakah Trump telah berbicara dengan Kim Jong Un dan apakah pemimpin Korut tersebut meminta pengurangan latihan militer.
Trump kembali memotong pertanyaan tersebut dan meminta wartawan itu diam. Presiden AS itu juga tidak memberikan jawaban mengenai apakah dirinya telah berbicara dengan Kim Jong Un.
Sebelumnya, Trump pada Minggu (16/8) menginstruksikan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan. Latihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 27 Agustus 2026.
Beberapa jam sebelum latihan dimulai, Trump mengatakan melalui Truth Social bahwa dirinya tidak senang AS telah menyetujui partisipasi dalam latihan tersebut. Ia juga menyoroti hubungan yang sangat baik antara dirinya dan Kim Jong Un.













