JAKARTA, Cobisnis.com – Memberi makan kucing terlihat seperti rutinitas sederhana, tetapi cara yang keliru bisa berdampak pada kesehatan hewan peliharaan. Kesalahan mulai dari porsi berlebihan hingga pemberian makanan manusia masih sering dilakukan pemilik kucing.
Mengutip Unicharm Pet Wellness, pemilik perlu memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang diberikan. Kebutuhan nutrisi juga harus disesuaikan dengan usia, berat badan, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan kucing.
Kesalahan pertama adalah memberikan makanan berdasarkan perkiraan. Kucing yang terus mengeong atau terlihat meminta makan belum tentu benar benar membutuhkan tambahan makanan.
Pemberian porsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan masalah kesehatan seperti diabetes, gangguan persendian, hingga penyakit jantung.
Kesalahan berikutnya adalah memberikan makanan manusia. Beberapa makanan yang aman bagi manusia justru dapat berbahaya bagi kucing, termasuk tulang ikan yang berisiko menyebabkan tersedak atau melukai saluran pencernaan.
Susu sapi juga tidak selalu cocok untuk kucing. Banyak kucing dewasa mengalami intoleransi laktosa sehingga konsumsi susu dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare.
Pemilik juga sebaiknya tidak terlalu sering mengganti merek atau jenis makanan secara mendadak. Perubahan makanan yang tiba tiba dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan diare, muntah, hingga menurunnya nafsu makan.
Jika makanan memang perlu diganti, prosesnya dapat dilakukan secara bertahap selama sekitar tujuh hari. Makanan lama dan baru dicampurkan dengan proporsi yang perlahan diubah.
Lokasi tempat makan juga perlu diperhatikan. Kucing umumnya menjaga kebersihan sehingga tempat makan yang terlalu dekat dengan litter box dapat membuat mereka tidak nyaman dan kehilangan selera makan.
Air minum tidak boleh diabaikan meski kucing dikenal tidak banyak minum. Air yang terlalu lama dibiarkan dapat berubah rasa dan aroma, sementara kurangnya cairan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan saluran kemih dan penyakit ginjal.
Pemilik juga perlu menyesuaikan makanan dengan tahap kehidupan kucing. Anak kucing, kucing dewasa, kucing senior, serta kucing yang hamil, menyusui, sakit, atau dalam masa pemulihan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda.
Selain itu, ada sejumlah makanan yang sebaiknya tidak diberikan kepada kucing. Bawang merah dan bawang putih, cokelat, susu sapi, tulang ikan atau ayam yang tajam, minuman berkafein, alkohol, serta ikan mentah termasuk yang perlu dihindari.
Pemberian makanan yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kucing. Pemilik perlu memperhatikan takaran, kualitas makanan, kebersihan tempat makan dan minum, serta kondisi kesehatan hewan sebelum menentukan pola makan.













