JAKARTA, Cobisnis.com – Shea butter menjadi salah satu bahan alami yang banyak digunakan dalam berbagai produk konsumen. Bahan tersebut berasal dari kacang pohon shea yang tumbuh secara alami di Afrika.
Kini, produsen menggunakannya dalam berbagai produk, mulai dari cokelat hingga permen dan kosmetik. Selain itu, industri perawatan tubuh memanfaatkannya untuk lip balm dan kondisioner rambut.
Di Afrika Barat, shea butter memiliki peran yang jauh lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Masyarakat setempat telah lama menggunakan lemak shea untuk memasak dan melembapkan kulit.
Kandungan emolien dan sifat antiinflamasinya turut membuat bahan tersebut populer dalam perawatan tubuh. Afrika menjadi satu-satunya wilayah tempat pohon shea tumbuh secara alami.
Menurut Global Shea Alliance, masyarakat mengumpulkan sekitar 800.000 ton kacang shea setiap tahun di benua tersebut. Namun, sebagian besar produk berbasis shea yang beredar secara global tidak selalu diproduksi di Afrika.
Kondisi itu menjadi perhatian Valerie Obaze setelah melahirkan anak pertamanya di Nigeria. Nigeria sendiri menghasilkan hampir 40 persen produksi shea dunia setiap tahun.
Ketika mencari pelembap untuk bayinya di toko lokal, Obaze berharap menemukan produk buatan Afrika. Pengalaman tersebut kemudian mendorong perhatian terhadap pentingnya mengembangkan industri shea di wilayah asalnya.
Selain mempertahankan nilai ekonomi di Afrika, produksi lokal juga dapat memperkuat posisi masyarakat dalam rantai pasok global. Karena itu, sejumlah pelaku industri mulai mendorong pengolahan shea dilakukan lebih dekat dengan sumber bahan bakunya.













