JAKARTA, Cobisnis.com – Penyedia indeks saham global MSCI akan mengumumkan hasil rebalancing indeks periode Agustus 2026 pada 12 Agustus mendatang. Pengumuman ini menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi pergerakan sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia.
MSCI akan mengumumkan daftar saham yang masuk maupun keluar dari berbagai indeks global sekitar pukul 23.00 waktu CEST. Seluruh perubahan akan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Rebalancing kali ini mencakup sejumlah indeks utama, mulai dari MSCI Global Standard Indexes hingga MSCI Frontier Markets dan berbagai indeks global lainnya. Hasil evaluasi menjadi acuan penting bagi investor institusi di seluruh dunia.
Saat ini terdapat 11 saham Indonesia yang menjadi konstituen MSCI Global Standard Indexes. Di antaranya BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, ASII, BRMS, BRPT, CPIN, GOTO, TLKM, dan UNTR.
Pada pengumuman sebelumnya, MSCI memutuskan mempertahankan kebijakan pembekuan terhadap saham Indonesia. Artinya, tidak ada tambahan saham baru dari Indonesia yang masuk ke dalam indeks global MSCI.
MSCI juga masih membekukan perubahan Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares untuk saham Indonesia. Selain itu, tidak ada penyesuaian segmen ukuran saham, termasuk perpindahan dari kategori Small Cap ke Standard.
Lembaga tersebut juga tetap menerapkan kebijakan penghapusan saham dengan status High Shareholding Concentration. Penyesuaian estimasi free float masih menggunakan batas keterbukaan kepemilikan sebesar 1 persen.
Perhatian pasar kini tertuju pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO. Emiten teknologi tersebut sebelumnya mendapat sorotan karena dinilai belum memenuhi persyaratan likuiditas MSCI.
MSCI sempat menyatakan GOTO akan tetap berada di indeks Global Standard hingga evaluasi Agustus 2026. Namun, saham tersebut berpotensi dicoret apabila gagal memenuhi ketentuan likuiditas yang berlaku.
Pelaku pasar kini menunggu hasil resmi evaluasi MSCI pekan depan. Keputusan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu sentimen penting bagi pergerakan saham Indonesia menjelang akhir Agustus.













