JAKARTA, Cobisnis.com – Perum Bulog memperluas distribusi beras premium ke jaringan ritel modern di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan beras berkualitas sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional.
Perluasan distribusi dilakukan karena stok beras pemerintah dinilai berada dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog menguasai cadangan beras hampir 5,3 juta ton yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Menurutnya, stok yang dimiliki masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Bulog juga memperkirakan jumlah cadangan akan terus bertambah. Pasalnya, musim panen masih berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi padi.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, jajaran direksi Bulog melakukan inspeksi ke salah satu ritel modern di Jakarta. Peninjauan dilakukan guna memastikan beras premium merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos telah tersedia di rak penjualan.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh kantor wilayah Bulog di berbagai kota. Langkah tersebut menjadi bagian dari pemantauan distribusi hingga produk benar-benar tersedia di tingkat konsumen.
Selain melalui ritel modern, Bulog tetap menyalurkan beras premium melalui pasar tradisional, toko pangan, jaringan Rumah Pangan Kita, serta program Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah.
Menurut Bulog, semakin luas jaringan distribusi akan memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat. Di sisi lain, langkah ini juga diharapkan mampu menjaga harga beras tetap stabil di pasaran.
Bulog menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, distributor, pengelola ritel modern, dan pelaku usaha pangan. Tujuannya agar distribusi beras premium maupun beras medium berjalan lancar di seluruh Indonesia.
Dengan stok yang melimpah dan saluran distribusi yang semakin luas, Bulog optimistis kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional.













