JAKARTA, Cobisnis.com – FIFA resmi membatalkan rencana penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah mendapat gelombang penolakan dari berbagai konfederasi dan asosiasi sepak bola dunia. Keputusan tersebut diumumkan Presiden FIFA Gianni Infantino demi menjaga persatuan organisasi.
Rencana tersebut sebelumnya mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas komersial baru yang akan mengelola hak bisnis Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya. Melalui skema itu, FIFA sempat menargetkan pendanaan miliaran dolar dari investor eksternal.
Namun, proposal tersebut langsung menuai penolakan keras dari UEFA, Concacaf, hingga Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sejumlah pihak menilai penjualan saham berpotensi mengubah sepak bola menjadi aset bisnis yang lebih menguntungkan investor dibandingkan perkembangan olahraga itu sendiri.
Penolakan juga datang dari lebih dari separuh 211 asosiasi anggota FIFA. Bahkan, muncul ancaman boikot Piala Dunia serta pengunduran diri sejumlah pejabat senior FIFA yang mengkritik proposal tersebut.
Gianni Infantino mengakui usulan tersebut memang memperoleh dukungan dari sebagian pihak. Namun, ia menilai perbedaan pendapat yang muncul justru bertentangan dengan tujuan awal sehingga proposal akhirnya dibatalkan.
“Proposal tersebut menimbulkan perpecahan yang tidak sejalan dengan tujuan awal,” kata Gianni Infantino saat mengumumkan keputusan pembatalan.
Menurut FIFA, organisasi kini akan kembali memfokuskan perhatian pada upaya menyatukan para pemangku kepentingan dan mengembangkan sepak bola global. Langkah tersebut diharapkan dapat meredam polemik yang sempat memanas dalam beberapa hari terakhir.
Dengan dibatalkannya rencana tersebut, pengelolaan hak komersial Piala Dunia tetap berada di bawah struktur FIFA seperti sebelumnya. Keputusan ini sekaligus mengakhiri kontroversi yang memicu kritik luas dari konfederasi, federasi anggota, hingga berbagai pemangku kepentingan sepak bola dunia.













