JAKARTA, Cobisnis.com – Petugas Administrasi Keamanan Transportasi Amerika Serikat (TSA) menemukan lima bola meriam di dalam bagasi terdaftar seorang penumpang di Bandara Internasional Gulf Shores, Alabama. Benda tersebut diduga merupakan artefak yang dicuri dari sebuah benteng peninggalan era Perang Saudara Amerika.
Penemuan itu terjadi awal bulan ini saat Petugas TSA Justin Dupree memeriksa bagasi menggunakan mesin sinar-X. Ia langsung menghentikan pemeriksaan karena mengira benda tersebut bisa saja merupakan bahan peledak aktif.
Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, petugas memastikan benda itu bukan bom aktif. Meski begitu, pihak TSA tetap menindaklanjuti temuan tersebut karena asal-usul benda dinilai mencurigakan.
Selain itu, TSA melaporkan ada lima bola meriam yang dibungkus menggunakan tisu dapur. Bola meriam terbesar berukuran sekitar buah jeruk bali, sedangkan yang terkecil hanya berdiameter sekitar 2,5 sentimeter.
Penyelidikan berikutnya mengungkap bahwa benda-benda tersebut diduga dicuri dari benteng bersejarah peninggalan Perang Saudara Amerika. Karena itu, TSA segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan otoritas terkait.
Sementara itu, pihak berwenang belum mengungkap identitas pemilik bagasi maupun kemungkinan dakwaan yang akan dikenakan. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan asal-usul artefak tersebut.
Di sisi lain, TSA mengingatkan penumpang agar tidak membawa benda bersejarah, senjata, atau barang berbahaya tanpa izin yang sah. Pemeriksaan keamanan di bandara bertujuan menjaga keselamatan seluruh penumpang serta mencegah peredaran barang ilegal.













