JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah India memperpanjang pemutusan akses internet seluler hingga hari kelima di tengah gelombang demonstrasi yang terus mengguncang ibu kota New Delhi. Kebijakan itu diambil saat ribuan mahasiswa dan pemuda masih turun ke jalan menuntut reformasi sistem pendidikan.
Meski akses internet dibatasi, para demonstran menegaskan aksi mereka tidak akan berhenti. Mereka menilai pemutusan layanan komunikasi tidak akan melemahkan gerakan yang telah berlangsung selama beberapa pekan.
Salah seorang demonstran, Rahul Raj, mengatakan pemerintah bisa saja memutus internet maupun layanan transportasi. Namun, menurutnya, langkah tersebut tidak akan menghentikan masyarakat yang ingin bergabung dalam aksi.
Gelombang protes dipicu skandal kebocoran soal ujian masuk fakultas kedokteran. Kasus tersebut memaksa lebih dari dua juta peserta mengikuti ujian ulang dan memicu kemarahan publik terhadap sistem pendidikan India.
Para demonstran menuntut pemerintah melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem ujian nasional. Mereka juga mendesak Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur dari jabatannya.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah dijadwalkan kembali membuka perundingan dengan para pemimpin gerakan protes yang didominasi Generasi Z. Dialog diharapkan mampu meredakan ketegangan yang terus meningkat.
Aksi unjuk rasa kini menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Perdana Menteri Narendra Modi dari kalangan anak muda sejak menjabat pada 2014. Tuntutan para demonstran juga mendapat dukungan dari sejumlah partai oposisi.
Ribuan pendukung Cockroach Janata Party atau CJP tetap menggelar demonstrasi di pusat Kota New Delhi. Aksi berlangsung meski 18 stasiun metro ditutup dan akses menuju lokasi unjuk rasa dibatasi aparat.
Juru Bicara Nasional CJP, Ashutosh Ranka, mengatakan pihaknya masih menunggu kejelasan hasil pertemuan dengan pemerintah. Salah satu tuntutan utama mereka adalah pertanggungjawaban Menteri Pendidikan atas krisis ujian nasional.
Pada hari yang sama, Dharmendra Pradhan akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Menteri Pendidikan India. Keputusan itu disampaikan melalui media sosial dengan alasan untuk meredakan situasi yang semakin memanas.













