JAKARTA, Cobisnis.com – Kisah The Odyssey tidak hanya menceritakan perjalanan panjang Odysseus selama bertahun-tahun untuk kembali ke Ithaca. Karya yang dikaitkan dengan penyair Homer itu juga memberikan gambaran tentang makanan yang dikonsumsi masyarakat Yunani Kuno.
Meski sejumlah bagian dalam The Odyssey bercampur dengan unsur mitologi, para arkeolog dan sejarawan menilai beberapa makanan yang disebutkan memang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa tersebut.
Roti menjadi salah satu makanan pokok masyarakat Yunani Kuno. Roti dibuat dari jenis gandum kuno seperti einkorn dan emmer, sementara masyarakat biasa lebih banyak mengonsumsi bubur jelai karena tepung berkualitas tinggi lebih sulit dijangkau.
Dalam The Odyssey, roti juga kerap muncul sebagai simbol keramahan. Menyuguhkan roti kepada tamu menjadi bagian dari tradisi menjamu, terutama dalam lingkungan keluarga dan kalangan bangsawan.
Minyak zaitun dan buah zaitun juga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Minyak zaitun digunakan untuk memasak, mengawetkan makanan, memberi rasa pada hidangan, hingga dimanfaatkan sebagai bahan bakar lampu dan perawatan tubuh.
Keju menjadi pilihan lain yang populer karena susu segar sulit disimpan tanpa teknologi pendingin. Masyarakat Yunani Kuno mengolah susu menjadi keju yang lebih tahan lama, lalu menyantapnya bersama roti, madu, atau buah.
Daging domba juga dikonsumsi, meski tidak menjadi makanan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat. Daging biasanya disajikan dalam acara keagamaan atau persembahan kepada para dewa, sementara domba juga memiliki nilai ekonomi karena menghasilkan wol dan susu.
Ikan justru menjadi salah satu sumber protein yang lebih mudah ditemukan. Kondisi geografis Yunani yang memiliki banyak wilayah pesisir membuat ikan dapat dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat.
Buah ara menjadi buah yang banyak dikonsumsi masyarakat Yunani Kuno. Buah ini dapat disantap langsung atau dikeringkan agar lebih awet, sementara daun dan getah pohonnya juga dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pengolahan makanan.
Madu menjadi pemanis utama sebelum gula dikenal luas. Selain digunakan dalam makanan dan minuman, madu juga dimanfaatkan dalam obat-obatan dan dicampurkan ke dalam anggur, dengan madu dari Gunung Hymettus dikenal memiliki nilai tinggi karena aroma khas thyme.
Gambaran makanan dalam The Odyssey menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat Yunani Kuno tidak hanya berkaitan dengan pesta dan hidangan mewah. Roti, ikan, buah ara, minyak zaitun, keju, daging domba, dan madu menjadi bagian dari pola makan yang mencerminkan kondisi sosial serta lingkungan pada masa tersebut.













