JAKARTA, Cobisnis.com – Fiktor Harefa, petugas keamanan yang terlibat perselisihan dengan pengemudi mobil Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, memberikan penjelasan terkait video yang memperlihatkan dirinya bersujud di hadapan pengemudi tersebut.
Ia menegaskan aksi bersujud dilakukan atas keinginannya sendiri dan bukan karena mendapat tekanan maupun paksaan dari pihak lain. Fiktor mengaku saat kejadian dirinya diliputi rasa takut, emosi, dan tidak mampu berpikir dengan tenang sehingga memilih melakukan tindakan tersebut.
Penjelasan itu disampaikan saat Fiktor memenuhi panggilan penyidik di Polsek Metro Menteng untuk menghadiri pertemuan dengan pengemudi Alphard sebagai bagian dari proses penanganan perkara. Sebelum datang ke kantor polisi, ia mengaku masih menjalankan tugasnya sebagai satpam.
Fiktor berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak. Di sisi lain, kuasa hukumnya menjelaskan bahwa kepolisian memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak guna mencari jalan penyelesaian, termasuk membuka peluang penyelesaian melalui mediasi apabila disepakati bersama.
Sebelumnya, Fiktor mengungkapkan perselisihan bermula ketika ia menegur sebuah mobil Alphard yang diduga melanggar lampu lalu lintas saat pejalan kaki sedang menyeberang di kawasan Bundaran HI. Insiden kemudian berlanjut hingga ke Pos Polisi Thamrin, tempat kedua pihak dimintai keterangan dan dilakukan upaya penyelesaian oleh petugas.













