JAKARTA, Cobisnis.com – Arus konten media sosial yang berisi peringatan keselamatan anak semakin deras. Namun, kondisi itu justru memunculkan fenomena baru yang dikenal sebagai safety fatigue atau kelelahan menghadapi berbagai informasi terkait keamanan anak.
Dokter anak sekaligus pengajar di Columbia University Irving Medical Center, Dr. Edith Bracho-Sanchez, mengungkapkan pengalaman pribadinya saat melihat video seorang petugas pemadam kebakaran di Instagram. Video itu menyarankan orang tua menutup pintu kamar anak saat tidur untuk mengurangi risiko saat terjadi kebakaran.
Menurut video tersebut, pintu yang tertutup dapat membantu menghambat api dan asap masuk ke kamar. Dengan begitu, peluang anak untuk selamat disebut lebih besar.
Namun, Bracho-Sanchez mengaku tidak langsung menerapkan saran tersebut. Pasalnya, anaknya yang berusia empat tahun sulit tidur jika pintu kamar ditutup. Sementara itu, bayi berusia lima bulan masih tidur bersama orang tuanya.
Karena itu, ia memilih memastikan detektor asap di rumah berfungsi dengan baik. Setelah itu, ia melanjutkan rutinitas malam seperti biasa.
Selain video tentang kebakaran, media sosial juga dipenuhi konten mengenai pencegahan tenggelam, kecelakaan, hingga berbagai risiko lain yang mengancam anak. Akibatnya, banyak orang tua terus menerima peringatan baru setiap hari.
Meski sebagian besar orang tua mampu membedakan saran yang relevan dengan kondisi keluarga mereka, paparan informasi yang terus-menerus dapat menimbulkan kelelahan mental. Kondisi inilah yang disebut sebagai safety fatigue.
Di sisi lain, kelelahan tersebut membuat sebagian orang tua justru mengabaikan sebagian konten keselamatan. Mereka merasa sudah terlalu banyak informasi yang harus diproses dan sulit menerapkan semuanya sekaligus.
Fenomena ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai keselamatan anak tetap penting. Namun, penyampaian informasi yang berlebihan juga dapat memicu stres dan membuat orang tua semakin kewalahan.












