JAKARTA, Cobisnis.com – Kecap manis menjadi salah satu bumbu yang hampir selalu hadir dalam berbagai hidangan khas Indonesia. Meski memiliki cita rasa dominan manis, kecap ternyata mengandung natrium tersembunyi atau hidden sodium yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Banyak orang mengira ancaman utama dari kecap hanya berasal dari kandungan gulanya. Padahal, dalam satu sendok makan kecap manis terdapat sekitar 350 hingga 500 miligram natrium yang berasal dari proses fermentasi dan penambahan garam saat produksi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.000 miligram per hari. Artinya, beberapa sendok kecap saja sudah dapat menyumbang sebagian besar batas asupan natrium harian seseorang.
Konsumsi natrium berlebihan membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah meningkat. Kondisi tersebut dapat memicu tekanan darah tinggi yang menjadi faktor risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan kesehatan lainnya.
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menyarankan agar kecap digunakan secukupnya sebagai penambah rasa. “Sebaiknya menggunakan kecap manis secukupnya hanya sebagai penambah rasa, bukan sebagai komponen utama makanan,” ujarnya.
Selain membatasi jumlah kecap, masyarakat juga dianjurkan memilih produk dengan kandungan natrium dan gula yang lebih rendah. Membaca label informasi nilai gizi pada kemasan juga dapat membantu mengontrol total asupan natrium setiap hari.
Hidden sodium tidak hanya ditemukan pada kecap manis, tetapi juga terdapat pada saus, kaldu instan, bumbu penyedap, hingga berbagai makanan olahan. Karena itu, penting untuk menghitung total asupan natrium dari seluruh makanan yang dikonsumsi, bukan hanya dari satu jenis bumbu.
Dengan penggunaan yang bijak, kecap manis tetap dapat menjadi pelengkap makanan tanpa meningkatkan risiko kesehatan secara berlebihan. Kuncinya adalah mengontrol porsinya serta menerapkan pola makan seimbang agar tekanan darah tetap terjaga.













