JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Eropa mewajibkan Google membuka akses terhadap sebagian data pencarian dan sistem Android kepada perusahaan pesaing. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari implementasi Digital Markets Act (DMA) yang bertujuan menciptakan persaingan lebih sehat di pasar digital.
Aturan baru itu mengharuskan Google menyediakan akses terhadap data hasil pencarian, data klik pengguna, serta informasi lain yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem mesin pencarinya. Selain itu, perusahaan juga diminta membuka akses tertentu pada sistem operasi Android agar lebih mudah diintegrasikan dengan layanan kompetitor.
Komisi Eropa menilai dominasi Google dalam layanan pencarian dan sistem operasi seluler berpotensi menghambat persaingan. Melalui kebijakan tersebut, regulator berharap perusahaan teknologi lain memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan layanan digital yang kompetitif.
Google menyatakan aturan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi terhadap privasi pengguna dan keamanan data. Perusahaan juga mengingatkan bahwa kewajiban berbagi data berpotensi memengaruhi kualitas layanan pencarian yang selama ini digunakan miliaran orang di seluruh dunia.
Selain mesin pencari, perubahan juga menyasar ekosistem Android yang menjadi sistem operasi ponsel paling banyak digunakan. Aturan itu memungkinkan pengembang aplikasi maupun produsen perangkat memperoleh akses yang lebih luas untuk menghadirkan layanan alternatif.
Digital Markets Act merupakan regulasi Uni Eropa yang ditujukan kepada perusahaan digital berstatus “gatekeeper” atau pengendali akses pasar. Aturan tersebut mengharuskan perusahaan teknologi besar membuka persaingan dan mengurangi praktik yang dinilai membatasi kompetitor.
Apabila tidak mematuhi ketentuan tersebut, Google berpotensi menghadapi sanksi berupa denda dalam jumlah besar sesuai aturan yang berlaku di Uni Eropa. Kebijakan ini juga diperkirakan akan menjadi acuan bagi regulator di berbagai negara dalam mengawasi dominasi perusahaan teknologi global.
Perubahan kebijakan tersebut dinilai dapat mengubah cara perusahaan teknologi bersaing di era digital. Di sisi lain, pengguna internet kemungkinan akan memperoleh lebih banyak pilihan layanan pencarian dan aplikasi seiring meningkatnya persaingan di pasar teknologi.













