JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 kembali bertambah. Data terbaru menunjukkan korban meninggal dunia mencapai 4.333 orang, sementara ribuan warga lainnya masih terdampak bencana.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan hingga kini sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 17.000 warga kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan parah yang ditimbulkan gempa tersebut.
Pemerintah juga menyebut masih terdapat ratusan korban yang belum berhasil diidentifikasi. Tim pencarian dan penyelamatan terus bekerja di sejumlah titik yang diyakini masih menyimpan kemungkinan adanya korban selamat.
Gempa berkekuatan besar tersebut menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur di berbagai wilayah. Ratusan bangunan dilaporkan roboh atau mengalami kerusakan struktural sehingga tidak lagi layak dihuni.
Pemerintah Venezuela memperkirakan sedikitnya 25.000 unit rumah baru diperlukan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Lahan untuk pembangunan permukiman baru juga telah disiapkan sebagai bagian dari proses rekonstruksi pascabencana.
Distribusi bantuan kemanusiaan terus dilakukan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah bersama berbagai lembaga juga mempercepat penyaluran kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.
Meski operasi penyelamatan masih berlangsung, harapan untuk menemukan korban selamat semakin kecil seiring berjalannya waktu. Namun, otoritas menegaskan seluruh upaya pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi terdampak selesai diperiksa.
Gempa yang melanda Venezuela menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Pemerintah kini memfokuskan perhatian pada percepatan pemulihan wilayah terdampak sekaligus pembangunan kembali infrastruktur dan permukiman warga.












