JAKARTA, Cobisnis.com – Iran memperluas serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah negara di kawasan Teluk, yakni Qatar, Bahrain, Kuwait, Oman, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA), pada Minggu (12/7) waktu setempat.
Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.
Mengutip Arab News, militer Qatar menyatakan berhasil mencegat rudal Iran sebelum mencapai target. Namun, Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan tiga orang, termasuk seorang anak, mengalami luka akibat serpihan hasil pencegatan rudal.
Ledakan juga terdengar di sejumlah wilayah UEA. Sementara itu, Bahrain kembali mengaktifkan sistem peringatan serangan rudal untuk ketiga kalinya dalam sehari. Kuwait turut mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal yang masuk.
Kementerian Pertahanan UEA menyebut sistem pertahanan udara negaranya mampu menghadapi ancaman rudal dan drone dari Iran. Menurut kementerian, rudal yang terdeteksi berada di luar wilayah perbatasan UEA.
Di Oman, sumber keamanan melaporkan sejumlah drone menyerang lokasi di Provinsi Musandam. Pemerintah Oman mengecam serangan tersebut dan menegaskan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan negara serta melindungi keselamatan warganya.
Kantor Berita Oman menyatakan serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Muscat menjadi tuan rumah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran yang membahas keamanan di Selat Hormuz.
Sementara itu, Yordania melaporkan tiga rudal Iran jatuh di beberapa lokasi di wilayahnya pada Minggu (13/7) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara kerusakan yang ditimbulkan dilaporkan relatif ringan.
Eskalasi konflik terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata sementara dengan Iran telah berakhir. Meski demikian, Washington menegaskan masih membuka peluang perundingan untuk mencapai penyelesaian secara permanen.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan udara terbaru dilakukan atas perintah Presiden Trump setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat pada ruang mesin, sementara satu awak sipil masih dinyatakan hilang.













