JAKARTA, Cobisnis.com – Eurostar memperbarui spesifikasi armada kereta cepat barunya agar mampu beroperasi dalam suhu hingga 55 derajat Celsius. Langkah itu dilakukan sebagai respons terhadap gelombang panas yang semakin sering melanda Eropa.
Eurostar menghubungkan sejumlah kota besar di Eropa, termasuk London, Paris, dan Brussel. Perusahaan sebelumnya memesan hingga 50 kereta baru yang dirancang bertahan pada suhu maksimal 45 derajat Celsius.
Namun, meningkatnya suhu ekstrem membuat perusahaan mengubah rencana tersebut. Karena itu, Eurostar meminta produsen meningkatkan kemampuan sistem pendingin pada armada baru.
Juru bicara Eurostar mengatakan perusahaan kini menginginkan setiap kereta memiliki pendingin udara yang tetap berfungsi optimal hingga suhu mencapai 55 derajat Celsius.
Selain itu, nilai investasi armada baru tersebut mencapai sekitar 2 miliar euro atau sekitar 2,3 miliar dolar AS. Investasi itu menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keandalan layanan dalam kondisi cuaca yang semakin ekstrem.
Eropa menjadi salah satu kawasan yang mengalami pemanasan paling cepat akibat perubahan iklim. Sementara itu, gelombang panas dalam beberapa tahun terakhir semakin sering mengganggu transportasi dan aktivitas masyarakat.
Melalui peningkatan spesifikasi ini, Eurostar berharap armada barunya tetap beroperasi dengan aman dan nyaman. Selain meningkatkan ketahanan kereta, perusahaan juga ingin menjaga kualitas layanan bagi penumpang di masa mendatang.













