JAKARTA, Cobisnis.com – Gelombang panas yang memecahkan rekor di berbagai wilayah Eropa pada Juni 2026 hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Hal itu terungkap dalam analisis terbaru dari jaringan ilmiah World Weather Attribution.
Studi yang dirilis pada Jumat menyebut gelombang panas tersebut sebagai yang paling parah dalam sejarah pencatatan di kawasan itu. Selain itu, para peneliti menegaskan krisis iklim yang dipicu manusia menjadi penyebab utamanya.
Saat ini, sebagian besar Eropa berada di bawah kubah panas atau heat dome. Fenomena itu memerangkap udara panas sehingga memicu suhu dan tingkat kelembapan yang sangat tinggi.
Meski kubah panas bukan fenomena baru, suhu yang terjadi kali ini jauh melampaui catatan sebelumnya. Karena itu, sejumlah negara mencatat rekor suhu tertinggi dalam waktu berdekatan.
Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah pada Rabu. Rekor tersebut bahkan melampaui catatan yang baru tercipta sehari sebelumnya.
Sementara itu, Inggris mencetak suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni pada Rabu. Negara itu kemudian kembali memecahkan rekor tersebut pada Kamis.
Di sisi lain, Spanyol mengalami dua hari Juni terpanas dalam sejarah pada Senin dan Selasa. Selain itu, Swiss juga mencatat suhu tertinggi yang pernah terjadi pada bulan Juni.
Rangkaian rekor tersebut memperkuat temuan ilmuwan. Mereka menilai perubahan iklim telah meningkatkan peluang terjadinya gelombang panas ekstrem di Eropa secara signifikan.













