JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mencatat peningkatan permohonan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjelang masa pendaftaran peserta didik baru.
Banyak warga mendatangi kantor Dukcapil untuk mengaktifkan IKD. Mereka membutuhkan layanan tersebut sebagai salah satu dokumen pendukung dalam proses pendaftaran sekolah anak.
Lonjakan permohonan terjadi di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu, antrean pelayanan terlihat lebih panjang dibandingkan hari biasa.
Petugas Dukcapil terus melayani warga yang datang sejak pagi. Sementara itu, sejumlah daerah menyesuaikan jadwal pelayanan untuk mengurangi kepadatan antrean.
Banyak orang tua baru mengetahui pentingnya IKD saat mempersiapkan berkas pendaftaran sekolah. Akibatnya, mereka mengurus aktivasi dalam waktu yang hampir bersamaan.
Selain untuk kebutuhan pendidikan, masyarakat mulai memanfaatkan IKD dalam berbagai layanan publik. Sistem digital tersebut memudahkan proses verifikasi identitas tanpa harus membawa dokumen fisik.
Dukcapil mengimbau warga menyiapkan seluruh persyaratan sebelum datang ke lokasi pelayanan. Dengan begitu, petugas dapat mempercepat proses aktivasi dan mengurangi waktu tunggu.
Masyarakat juga perlu memastikan telepon pintar yang digunakan mendukung aplikasi IKD. Selain itu, mereka harus menyiapkan KTP elektronik dan nomor telepon aktif.
Pemerintah terus mendorong penggunaan IKD sebagai bagian dari transformasi layanan administrasi kependudukan. Karena itu, berbagai daerah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.
Meski penggunaan identitas digital terus berkembang, sebagian warga masih memerlukan pendampingan saat proses aktivasi. Karena itu, petugas memberikan edukasi langsung di lokasi pelayanan.
Pemerintah berharap penggunaan IKD semakin luas pada 2026. Selain memudahkan akses layanan, sistem tersebut membantu mempercepat digitalisasi administrasi kependudukan.
Di sisi lain, Dukcapil mengajak masyarakat mengurus aktivasi lebih awal. Langkah itu dapat mengurangi antrean panjang menjelang batas akhir pendaftaran sekolah.













