JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka tender 98 wilayah kerja (WK) migas baru dalam ajang IPA Convex 2026. Acara tersebut berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Pemerintah mengambil langkah itu untuk mengejar target lifting minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari pada 2029.
Bahlil mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan 118 blok migas baru. Namun, sekitar 20 blok sudah menyelesaikan tahap awal proses administrasi.
Karena itu, pemerintah kini menawarkan 98 blok kepada investor dan kontraktor migas dari dalam maupun luar negeri.
Selain itu, Bahlil mengajak perusahaan migas untuk mengikuti joint study sebelum masuk tahap lelang resmi. Ia menegaskan proses tender berlangsung terbuka dan transparan.
“Siapa saja boleh ikut. Tidak perlu negosiasi di belakang meja,” kata Bahlil.
Sementara itu, Kementerian ESDM menawarkan 13 WK migas dalam IPA Convex 2026. Pemerintah membagi penawaran tersebut ke dalam dua skema.
Dua wilayah kerja masuk kategori penawaran langsung. Sedangkan 11 blok lainnya menggunakan skema lelang reguler.
Mayoritas blok migas berada di kawasan Indonesia timur. Lokasinya tersebar di Papua, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, pemerintah juga menawarkan blok dengan potensi sumber daya besar. Salah satunya WK Namori di lepas pantai NTT.
Blok tersebut memiliki estimasi sumber daya mencapai 17.475 MMBO dan 38,5 TCF gas. Angka itu menjadi salah satu potensi terbesar dalam daftar tender tahun ini.
Di sisi lain, WK Jayapura di Papua diperkirakan memiliki cadangan hingga 19,4 TCF gas. Pemerintah juga menilai kawasan Papua masih menyimpan potensi migas yang besar.
Selain Jayapura, pemerintah menawarkan WK South Tanimbar di Laut Arafura. Blok itu diperkirakan menyimpan potensi 5,6 TCF gas.
Kemudian, WK Cerera di offshore Papua memiliki estimasi 1.487 MMBO dan 1,3 TCF gas. Sementara itu, WK Areca Bruni di Papua Barat Daya diperkirakan menyimpan 2.985 MMBOE.
Pemerintah juga membuka penawaran langsung untuk WK Natuna D-Alpha. Blok offshore Natuna itu memiliki estimasi sumber daya sebesar 2.865 MMBO.
Selain itu, WK Sapukala di Selat Makassar diperkirakan menyimpan potensi hingga 2.309 BSCF gas.
Bahlil menilai pembukaan tender baru dapat mempercepat eksplorasi migas nasional. Karena itu, pemerintah ingin menarik lebih banyak investasi energi.
Di sisi lain, pemerintah juga ingin menjaga ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan impor minyak.
Selain mengejar produksi, pemerintah berharap proyek migas baru dapat membuka lapangan kerja. Aktivitas eksplorasi juga diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, pelaku industri migas menyambut positif pembukaan tender baru tersebut. Mereka menilai Indonesia masih memiliki potensi eksplorasi yang besar.
Namun, sejumlah investor masih menyoroti kepastian regulasi dan kecepatan perizinan. Karena itu, pemerintah diminta menjaga iklim investasi tetap kompetitif.
Bahlil memastikan pemerintah akan terus memperbaiki sistem investasi sektor energi. Ia juga meminta seluruh pihak mendukung target produksi migas nasional.













