JAKARTA, Cobisnis.com –
Asuransi Jasindo memperkuat akses pendidikan inklusif di Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui program PEKEN Jasindo. Program ini dihadirkan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026. Fokus utamanya adalah mendukung penyandang disabilitas dan generasi muda.
Kegiatan ini mengusung tema “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang”. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendekatan yang digunakan bersifat kolaboratif dan berbasis komunitas.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan pentingnya momen Hardiknas. Menurutnya, pendidikan inklusif harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan SDM unggul.
Melalui program ini, Jasindo menyalurkan berbagai bentuk dukungan pendidikan. Bantuan diberikan kepada guru SLB serta siswa difabel untuk menunjang proses belajar. Selain itu, disediakan pula perangkat dan akses perpustakaan digital.
Fasilitas perpustakaan digital tersebut bekerja sama dengan Pustaka Mitra Netra. Dukungan ini diharapkan dapat memperluas akses literasi bagi siswa berkebutuhan khusus. Upaya tersebut menjadi langkah konkret dalam menciptakan pendidikan yang setara.
Selain bantuan pendidikan, Jasindo juga menghadirkan kegiatan edukatif lainnya. Program meliputi workshop kewirausahaan, talkshow UMKM, serta literasi asuransi. Kegiatan ini menyasar generasi muda agar memiliki keterampilan masa depan.
Representative Manager Jasindo Kupang, Jerry Samuel, menyebut program ini membuka peluang baru. Ia menilai edukasi inklusif dapat membantu masyarakat berkembang lebih luas. Terutama bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama.
Ke depan, Jasindo berkomitmen terus mendukung pendidikan berkelanjutan. Perusahaan menilai pendidikan, kewirausahaan, dan literasi risiko sebagai fondasi penting. Melalui PEKEN Jasindo, diharapkan akses pendidikan inklusif semakin merata di Indonesia.













