JAKARTA, Cobisnis.com – Sidang terkait tragedi Camp Mystic mengungkap kegagalan besar dalam penanganan banjir yang menewaskan 27 orang. Selama dua hari sidang, penyelidik memaparkan temuan yang mengejutkan. Mereka menilai pihak kamp tidak memiliki rencana evakuasi yang layak.
Selain itu, pimpinan kamp juga terlambat mengambil keputusan saat air mulai naik. Akibatnya, banyak korban tidak sempat menyelamatkan diri. Situasi ini memicu kritik keras dari para legislator Texas.
Sementara itu, keluarga pengelola kamp menyampaikan permintaan maaf kepada korban. Mereka mengaku menyesali keputusan yang diambil saat kejadian.
Namun demikian, penyelidik menegaskan bahwa kamp tidak pernah melakukan latihan evakuasi. Bahkan, staf juga tidak mendapat pelatihan darurat yang memadai.
Di sisi lain, sistem peringatan dan perlengkapan keselamatan hampir tidak tersedia. Para peserta kamp hanya diminta tetap berada di kabin saat banjir. Kebijakan tersebut langsung menuai kritik dari anggota parlemen. Mereka mempertanyakan logika bertahan di tempat saat terjadi banjir besar.













