JAKARTA, Cobisnis.com – White House menuduh pihak asing dari China menyalin model AI Amerika secara besar-besaran. Namun, tuduhan ini langsung memperkeruh persaingan teknologi global.
Menurut Michael Kratsios, kampanye ini berjalan dalam skala industri. Ia menyebut pelaku memakai ribuan akun untuk menghindari deteksi.
Selain itu, mereka menggunakan alat kompleks untuk mengakses data rahasia. Akibatnya, kemampuan model AI Amerika bisa diekstraksi secara sistematis.
Sementara itu, persaingan antara AS dan China dalam teknologi AI terus meningkat. Bahkan, sektor ini kini menjadi titik panas dalam konflik dagang kedua negara.
Perusahaan seperti Nvidia ikut terdampak dalam persaingan tersebut. Namun, isu utama berfokus pada teknik yang disebut distillation.
Teknik ini memungkinkan transfer pengetahuan dari model besar ke model lebih kecil. Meski umum digunakan, metode ini bisa disalahgunakan untuk meniru kemampuan AI.
OpenAI sebelumnya memperingatkan soal praktik tersebut. Mereka menilai beberapa pihak mencoba menyalin performa model mereka.













