AS menyebut blokade akan menyasar kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran. Sementara kapal yang hanya melintas tanpa aktivitas ke pelabuhan Iran masih diperbolehkan tetap berlayar.
Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Senin pukul 10.00 waktu setempat. Komando Pusat AS (CENTCOM) akan memberi pemberitahuan kepada kapal komersial sebelum aturan dijalankan.
Selat Hormuz menjadi titik krusial karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Kondisi ini membuat pasar energi sangat sensitif terhadap setiap gangguan di wilayah tersebut.
Trump menilai Iran berupaya mengendalikan jalur strategis itu melalui pungutan biaya kapal. AS menyebut tindakan tersebut sebagai tekanan ekonomi yang merugikan perdagangan internasional.
Di sisi lain, Iran juga disebut menyinggung potensi ancaman keamanan di wilayah selat. Namun AS menganggap hal itu memperkuat alasan kontrol ketat terhadap kawasan tersebut.
Gagalnya negosiasi di Pakistan membuat harapan damai semakin menipis. Situasi ini turut menekan sentimen pasar global yang sudah sensitif terhadap konflik.
Selain blokade, muncul juga laporan bahwa AS mempertimbangkan opsi serangan terbatas ke infrastruktur Iran. Hal ini menambah ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dampak lanjutan diperkirakan bisa menjalar ke ekonomi global, terutama harga energi dan biaya logistik. Pelaku pasar kini menunggu langkah lanjutan dari kedua pihak dalam beberapa hari ke depan.