JAKARTA, Cobisnis.com – Kredit Infrastruktur Bank Mandiri mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 30,8% hingga Februari. Pencapaian ini menunjukkan peran aktif perseroan dalam mendukung pembangunan nasional melalui pembiayaan sektor strategis.
Kredit Infrastruktur Bank Mandiri menjadi bagian dari sinergi yang terintegrasi dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Upaya ini juga diarahkan untuk meningkatkan konektivitas serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank Mandiri menyampaikan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan arah pembangunan pemerintah. Infrastruktur dinilai sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional yang perlu terus diperkuat.
Penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri tercatat mencapai Rp491,63 triliun hingga Februari. Nilai tersebut tumbuh 30,8% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pembiayaan tersebut menjangkau berbagai subsektor strategis seperti transportasi, energi, telematika, hingga perumahan rakyat. Proyek yang didukung mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan jaringan kereta api.
Subsektor transportasi menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp118,03 triliun. Sementara itu, subsektor konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 178,19% secara tahunan.
Selain itu, pembiayaan pada sektor jalan meningkat menjadi Rp54,84 triliun dan telematika mencapai Rp44,34 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi Bank Mandiri dalam memperluas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur.
Ke depan, Kredit Infrastruktur Bank Mandiri diproyeksikan terus tumbuh seiring berlanjutnya proyek strategis nasional. Perseroan berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi.













