JAKARTA, Cobisnis.com – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Salah satu ibadah utama di hari tersebut adalah shalat Idul Fitri yang memiliki hukum sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun lapangan, namun tetap sah jika dikerjakan sendiri di rumah dalam kondisi tertentu.
Hukum dan Waktu Shalat Idul Fitri
Shalat Idul Fitri dilaksanakan mulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur.
- Awal waktu: Setelah matahari terbit setinggi tombak.
- Waktu utama: Pagi hari agar memberi kesempatan penyaluran zakat fitrah.
- Akhir waktu: Sebelum tergelincir matahari (masuk Dzuhur).
Syarat Sah Shalat Idul Fitri
- Suci dari hadas dan najis.
- Menutup aurat dengan pakaian rapi dan bersih.
- Menghadap kiblat.
- Dilaksanakan di tempat yang layak (masjid atau lapangan).
Niat Shalat Idul Fitri (Lengkap Arab, Latin, dan Arti)
1. Niat sebagai Makmum
- Arab:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى - Latin:
Ushallī sunnatan li ‘īdil fiṭri rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā. - Arti:
Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
2. Niat sebagai Imam
- Arab:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى - Latin:
Ushallī sunnatan li ‘īdil fiṭri rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā. - Arti:
Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.
3. Niat Shalat Sendiri (Munfarid)
- Arab:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى - Latin:
Ushallī sunnatan li ‘īdil fiṭri rak‘ataini lillāhi ta‘ālā. - Arti:
Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Tata Cara Shalat Idul Fitri
Rakaat Pertama
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Takbir tambahan 7 kali.
Bacaan di antara takbir:
- Arab:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ - Latin:
Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar. - Arti:
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.
- Membaca Al-Fatihah.
- Membaca surat (disunnahkan Al-A’la).
- Rukuk, i’tidal, sujud seperti biasa.
Rakaat Kedua
- Berdiri dari sujud.
- Takbir tambahan 5 kali.
- Membaca Al-Fatihah.
- Membaca surat (disunnahkan Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar).
- Rukuk hingga salam.
Khutbah Idul Fitri
Setelah shalat, dilanjutkan khutbah dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak. Mendengarkan khutbah termasuk sunnah.
Amalan Sunnah Idul Fitri
1. Membaca Takbir
- Arab:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ - Latin:
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāh, Allāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil hamd. - Arti:
Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, dan segala puji bagi-Nya.
2. Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik
Disunnahkan mandi, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian.
3. Makan Sebelum Shalat
Disunnahkan makan kurma dalam jumlah ganjil sebelum berangkat shalat.
4. Berangkat dan Pulang Lewat Jalan Berbeda
Untuk memperluas silaturahmi dan syiar Islam.
Kesimpulan
Shalat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki tata cara khusus, terutama pada jumlah takbir di setiap rakaat. Dengan memahami niat, bacaan Arab, latin, serta artinya, diharapkan ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan sempurna.













