JAKARTA, Cobisnis.com – Momentum Ramadan dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan melalui platform digital seperti TikTok. Tingginya aktivitas masyarakat selama bulan suci membuka peluang besar bagi brand lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan interaksi dengan konsumen.
Selama minggu pertama Ramadan 2026, tercatat hampir 13 juta video diunggah di TikTok oleh kreator hingga penjual. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mencari inspirasi hingga berbelanja secara online.
Melalui fitur penemuan, komunitas yang aktif, serta kemudahan transaksi di TikTok Shop by Tokopedia, pelaku usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Selain itu, fitur promosi seperti TikTok Ads juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar secara signifikan.
Salah satu contoh sukses datang dari brand alas kaki lokal, UNERD Footwear, yang mengalami peningkatan pesanan lebih dari dua kali lipat selama Ramadan. Pendiri UNERD, Yoseph Putera Soesanto, mengatakan bahwa strategi konten yang relevan dengan momen Lebaran serta dukungan iklan digital menjadi faktor utama pertumbuhan bisnisnya.
“Lewat fitur TikTok Ads, kami tidak hanya menjangkau audiens baru, tetapi juga mengonversinya menjadi pembeli. Bahkan sekitar 80 persen pembeli kami merupakan pelanggan baru,” ujarnya.
Selain UNERD, UMKM kuliner Sajodo Snack & Food dari Tasikmalaya juga mencatat lonjakan penjualan hingga tiga kali lipat selama Ramadan. Brand yang didirikan oleh Firda Khaerunnisa dan Gilang Gumilar ini memanfaatkan konten kreatif serta strategi pemasaran digital untuk menarik perhatian konsumen.
“Sejak awal merintis, kami merasakan bagaimana TikTok membantu brand lokal lebih mudah ditemukan. Ditambah dengan TikTok Ads, kami bisa menjangkau lebih banyak konsumen dan memperluas pasar,” ujar Firda.
Kesuksesan kedua UMKM tersebut menjadi bagian dari program KOLAK Ramadan, yakni festival belanja yang menampilkan berbagai brand lokal yang berkembang melalui ekosistem TikTok. Acara ini menghadirkan lebih dari 20 UMKM serta berbagai kegiatan interaktif seperti talkshow dan workshop.
Dengan memanfaatkan teknologi digital dan strategi pemasaran yang tepat, UMKM lokal terbukti mampu memaksimalkan momentum Ramadan untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar internasional.













