JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi awal musim kemarau tahun 2026. Menurut BMKG, beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami musim kemarau lebih cepat dari biasanya, sementara wilayah lain mengikuti jadwal normal atau justru lebih lambat.
Dari total Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sekitar 46,5% daerah diperkirakan memasuki musim kemarau lebih awal, 24,7% tepat waktu, dan 10,3% lebih lambat. Informasi ini diperoleh dari akun resmi Instagram @infobmkg pada Rabu, 11 Maret 2026.
Wilayah yang Menghadapi Musim Kemarau Mulai April 2026
Sekitar 16,3% wilayah diperkirakan memasuki musim kemarau pada bulan April. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
Jawa Barat bagian utara
Pesisir utara dan selatan Jawa Tengah
Sebagian besar Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY)
Sebagian kecil Sulawesi Selatan
Sebagian Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Wilayah yang Menghadapi Musim Kemarau Mulai Mei 2026
Sekitar 26,3% wilayah diperkirakan memasuki musim kemarau mulai Mei, di antaranya:
Aceh bagian utara
Sebagian Sumatera Utara
Riau bagian tenggara
Sebagian Jambi
Sumatera Selatan bagian tengah
Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
Kalimantan Tengah bagian tenggara,
Kalimantan Selatan bagian barat
Bali bagian tengah
Papua Pegunungan, Papua bagian timur, sebagian Papua Selatan
Wilayah yang Menghadapi Musim Kemarau Mulai Juni 2026
Sementara itu, 23,3% wilayah akan mulai merasakan musim kemarau pada Juni, antara lain:
Sebagian Aceh, Sumatera Barat, Riau,
Jambi bagian tengah, sebagian Bengkulu
Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Sumatera Selatan
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Selatan bagian timur,
Kalimantan Timur
Sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo bagian utara, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara bagian selatan
Sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, Papua Timur
Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026
Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung antara Juli hingga September 2026. Setiap daerah memiliki waktu puncak yang berbeda, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kekeringan dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.













