JAKARTA, Cobisnis.com – Lonjakan harga minyak dunia akibat perang yang melibatkan Iran membuat sejumlah negara besar mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak darurat untuk menstabilkan pasar energi global.
Namun para ahli menilai langkah tersebut kemungkinan hanya memberi dampak terbatas karena konsumsi minyak dunia mencapai sekitar 100 juta barel per hari sehingga pelepasan puluhan juta barel tidak cukup untuk menyeimbangkan pasar.
Krisis ini diperparah oleh terganggunya jalur pengiriman minyak melalui Strait of Hormuz yang menjadi jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Kelompok negara ekonomi besar G7 menyatakan siap mengambil langkah termasuk kemungkinan melepas stok minyak, meski hingga kini belum ada keputusan resmi terkait jumlah cadangan yang akan dikeluarkan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyebut pemerintah sedang berupaya menekan kenaikan harga minyak yang melonjak setelah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Para analis menilai solusi paling efektif untuk menurunkan harga minyak adalah dengan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz karena tanpa pemulihan jalur tersebut, pelepasan cadangan minyak hanya akan memberi efek sementara pada pasar energi.













