JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah kapal selam milik United States Navy dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran bernama IRIS Dena di perairan internasional. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon pada Rabu. Ia mengatakan kapal perang tersebut dihancurkan menggunakan torpedo, menjadikannya salah satu serangan laut paling signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Menurut otoritas di Sri Lanka, lebih dari 80 awak kapal tewas dalam insiden tersebut. Angkatan Laut Sri Lanka meluncurkan misi penyelamatan setelah menerima panggilan darurat dari kapal yang dilaporkan membawa sekitar 130 orang. Hingga saat ini, setidaknya 87 jenazah telah ditemukan sementara 32 orang lainnya berhasil diselamatkan dari laut.
Pentagon juga merilis rekaman video yang menunjukkan momen serangan tersebut. Dalam video itu terlihat ledakan besar di bagian belakang kapal sebelum akhirnya kapal perang tersebut tenggelam. Serangan ini disebut sebagai pertama kalinya kapal selam serang Amerika Serikat menenggelamkan kapal tempur menggunakan torpedo sejak akhir World War II pada 1945.
Pemerintah Iran mengecam keras insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut tindakan tersebut sebagai “kekejaman di laut” dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menyesali preseden yang telah diciptakannya. Ia juga menegaskan bahwa serangan terjadi jauh dari wilayah perairan Iran.
Sementara itu, Komandan United States Central Command, Laksamana Brad Cooper, mengatakan operasi militer Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir telah menghancurkan lebih dari 17 kapal Iran. Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine menambahkan bahwa penggunaan torpedo oleh kapal selam dalam pertempuran laut seperti ini terakhir kali terjadi pada 1945 ketika kapal selam Amerika menenggelamkan kapal tempur Jepang.













