JAKARTA, Cobisnis.com – Iran menyatakan siap menjalin kerja sama teknologi dengan Indonesia, termasuk pengembangan dan produksi drone. Kesepakatan ini juga mencakup transfer teknologi serta kolaborasi industri antara kedua negara.
Kerja sama ini tidak hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga aplikasi sipil seperti pertanian, pemetaan wilayah, mitigasi bencana, dan logistik. Pembahasan saat ini masih dalam tahap awal penjajakan.
Iran menekankan kemampuan teknologi mandiri yang telah mereka kembangkan meski berada di bawah sanksi internasional selama puluhan tahun. Hal ini memungkinkan mereka menawarkan pengetahuan dan teknologi kepada mitra strategis.
Dalam rencana kerja sama, Indonesia dapat mengirim tenaga ahli untuk belajar di Iran dan sebaliknya, termasuk pelatihan langsung di fasilitas produksi atau universitas. Beasiswa penuh untuk studi teknologi dan sains juga menjadi salah satu tawaran.
Negosiasi kerja sama bisa dilakukan secara virtual atau melalui pertemuan tatap muka, dengan tujuan mendirikan fasilitas produksi di Indonesia dan menerapkan transfer teknologi yang signifikan.
Selain drone, Iran memiliki keunggulan di bidang nanoteknologi, bioteknologi, energi, pertanian, kesehatan, serta peralatan canggih lainnya. Sektor-sektor ini membuka peluang kolaborasi ekonomi dan inovasi strategis bagi Indonesia.
Kesepakatan ini dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional, sekaligus membangun hubungan industri dengan negara yang mampu berinovasi secara mandiri di tengah tekanan sanksi internasional.













